Sukses

Demam dan Leukosit Tinggi Pada Anak
13 Agu 2018, 13:32 WIB
Pria, 2 tahun.

anak saya dema naik turun selama hampir 10 hari setelah cek darah lekosit tinggi 16700 dia memiliki riwayat elergi susu sapi apa penyebabnya dokter

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran anda.

Demam pada bayi dan anak disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah kekurangan cairan (dehidrasi), kurang istirahat atau metabolisme tubuh menjadi meningkat, dan infeksi. Pada anak karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, seringkali terkena infeksi dan mengalami demam. Infeksi sendiri dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti viral, bacterial, dan lainnya.

Pada infeksi viral, diharapkan tubuh dapat menghasilkan antibodi tertentu sesuai dengan infeksinya dan sembuh sendiri. Beberapa infeksi yang sering di Indonesia adalah Demam berdarah dan Demam thypoid, dimana kedua penyakit ini baru bermanifestasi setelah beberapa hari. Pada kasus anak Anda, perlu diketahui sejak kapan anak mengalami demam? apakah demam tiba-tiba tinggi atau meningkat perlahan? apakah disertai gejala lain seperti batuk, pilek, diare atau gejala lain?

Mengatasi demam dapat dengan cara :

  • istirahatkan anak
  • berikan anak minum yg banyak
  • kompres dahi, leher, dada, ketiak anak dengan air hangat untuk menurunkan demam
  • pakaikan anak baju yang tipis
  • berikan obat penurun demam (parasetamol) 4-6x/hari sesuai dosis untuk membantu menurunkan demam (suhu > 37,5 derajat C)

Leukosit (sel darah putih) tinggi dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya terdapat infeksi, peradangan, atau keganasan darah seperti leukemia. Penyebab paling sering peningkatan leukosit adalah infeksi. Yang perlu dilakukan untuk menurunkan leukosit adalah dengan mengatasi penyebabnya, misalnya diberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Jika terjadi peradangan maka peradangan perlu diatasi dengan pengobatan. 

Selain itu leukosit yang tinggi juga dapat terjadi pada kanker darah. Kanker darah disebut juga leukemia. Pada dasarnya gejala dan tanda leukemia muncul sebagai akibat dari bertambah banyaknya sel leukemia itu sendiri serta racun yang dikeluarkan oleh sel kanker. Racun yang dimaksud adalah sitokin seperti interleukin atau tumor necrosing factor (TNF).

Sitokin berperan dalam memberikan gejala demam, berat badan turun, dan tidak napsu makan. Gejala lain yang dapat terjadi antara lain nyeri tulang, sakit kepala serta pembengkakan kelenjar getah bening yang biasa terlihat di ketiak atau leher. Tanda dan gejala tersebut lebih jelas terlihat pada pasien leukemia akut dibandingkan pada pasien leukemia kronik. Secara umum, terdapat beberapa gejala yang perlu dicermati oleh orangtua agar anak yang mengalami gejala leukemia dapat segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Lemah, pucat, mudah lelah, serta denyut jantung yang meningkat.
  • Sering mengalami demam dan sakit infeksi. Hal ini dikarenakan sel darah putih yang baik yang berguna sebagai pertahanan tubuh berkurang.
  • Tampak bintik-bintik merah, mimisan, biru-biru di beberapa bagian tubuh serta gusi yang sering berdarah.
  • Terkadang merasakan nyeri pada tulang.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di ketiak atau leher, pembesaran hati dan juga limpa.

Gejala-gejala ini tidak selalu sama pada setiap individu dan juga tidak selalu timbul secara bersamaan.

Kami sarankan agar anda memeriksakan anak anda ke dokter spesialis anak agar dilakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain agar diketahui penyebab demam pada anak anda.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar