Sukses

Amandel
12 Agu 2018, 22:54 WIB
Pria, 21 tahun.

Selamat siang dok saya ingin bertanya, saya sejak kecil memiliki penyakit radang amandel yang di sebabkan terlalu banyak mengnsumsi minuman dingin / minuman es , pengobatan yg saya lakukan hanya untuk meredakan efek demam dari amandel , saat saya berusia kira" 15 tahun( 2 SMP) saya mulai merasakan dahak saya terus menerus di produksi , saya pikir ini gejala biasa dari amandel , kemudian sampai saat ini saya berusia 21 tahun saya mulai merasakan gejala yang lain , dahak saya menjadi seperti lendir putih bening (jelly) dan saat saya terlalu lelah / bangun tidur maka suara saya kadang menjadi serak namun kemudian setelah aktivitas menjadi normal lagi gejala apa ini dok?

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Amandel atau dikenal dengan nama tonsil adalah jaringan limfoid yang berlokasi di beberapa tempat dalam rongga mulut dan rongga faring. Tonsil yang paling dikenal adalah tonsil palatina yang berlokasi di oro faring (kanan-kiri, belakang lidah), berbentuk almond, sepasang, dan mudah dilihat.

Fungsi dari tonsil adalah melawan infeksi di dalam tubuh,khususnya pada daerah mulut baik yang disebabkan oleh virus , jamur maupun bakteri dengan cara membantu tubuh memproduksi antibodi untuk membantu melawan infeksi. Saat terjadi infeksi, tonsil bekerja lebih keras untuk melawan infeksi tersebut sehingga terjadi pembesaran maupun peradangan tonsil yang disebut dengan tonsillitis. Gejala umum tonsillitis adalah nyeri tenggorok dan demam. Pada tenggorok dan tonsil biasanya terlihat merah dan membengkak. Pada tonsil dapat terlihat nanah yang menutupi secara penuh ataupun bercak-bercak seperti ysng Anda alami.

Tonsilitis yang disebabkan oleh virus akan menghilang dengan sendirinya. Pengobatan akan bertujuan untuk membantu Anda merasa lebih nyaman. Bila tonsillitis yang terjadi pada Anda disebabkan oleh bakteri, maka perlu pengobatan antibiotik. Bila, tonsillitis ini terjadi berulangkali, atau tidak membaik dengan pengobatan serta mengganggu aktivitas sehari-hari, maka operasi pengangkatan tonsil/tonsilektomi adalah pilihan yang tepat.

Infeksi pada tonsil yang disarankan untuk melakukan operasi umumnya disebabkan oleh kuman Streptococcus. Operasi pengangkatan tonsil (tonsilektomi) ataupun adenoidektomi umumnya dilakukan pada anak-anak. Tonsilektomi atau adenoidektomi diindikasikan pada pasien dengan :

  • Tonsilitis akut dengan episode berulang
  • Tonsilitis kronik yang persisten dan menyebabkan nyeri tenggorokan
  • Terdapat keluhan sleep apneu (sumbatan saluran napas akibat tonsil yang membesar)
  • Sulit menelan akibat tonsil yang membesar
  • Tonsil yang sangat besar dengan kripta

Jadi tidak semua tonsilitis dioperasi. Tonsil sendiri merupakan salah satu pertahanan tubuh sehingga apabila tidak memenuhi indikasi diatas maka tidak perlu dioperasi. Pembesaran tonsil dan adenoid dapat dicegah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh, menghindari pencetus alergi, dan menghindari zat yang merangsang pembesaran tonsil dan adenoid seperti MSG dan dingin.

Apabila terdapat peradangan baik faring maupun tonsil, dapat diatasi dengan obat-obatan, baik antiradang, batuk, atau antibiotik bila perlu. Kami sarankan agar Anda mengkonsultasikan kondisi Anda ke dokter spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung dan evaluasi lebih lanjut apabila penyakit ini datang serta agar mendapat penanganan yang tepat. Namun tentu saja akan lebih baik mencegah dibandingkan mengobati.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar