Sukses

Diare Tidak Kunjung Sembuh

11 Aug 2018, 00:20 WIB
Pria, 28 tahun.

Selamat pagi, dok... sebelumnya saya sakit diare, selama 3 hari & sudah minum obat tp tidak kunjung sembuh... saya sudah berobat ke dokter tp dokter hanya memberikan antibiotik & obat untuk perut krn katanya terlalu banyak gas di perut, & menganjurkan tetap minum obat diare itu sampe diare nya berhenti... setelah seminggu BAB tidak encer lagi, dok... tapi jadinya saya selalu mules setiap kali makan tp tidak BAB, malah BAB setiap tengah malam antara jam 1-3 & sering buang angin juga... kalo seperti ini knp ya dok? normal kah? atau memang masih ada gangguan di pencernaan saya & perlu berobat lagi?

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya seputar diare terus menerus menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Diare adalah peningkatan jumlah ( tiga kali atau lebih) atau penurunan konsistensi dari tinja (menjadi lunak atau cair) dalam waktu 24 jam. Diare dapat dibagi menjadi akut (kurang dari 14 hari) , persisten (lebih dari 14 hari) dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi tinja yang cair yang menjadi karakteristik diare biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya infflamatory bowel disease. Diare dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang cukup signifikan. Kebanyakan diare akan sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Penyebab

Dapat disebabkan oleh:

  • virus (paling sering)
  • bakteri
  • infeksi parasit
  • obat-obatan (kafein, alkohol)
  • penyakit non-infeksi (irritable bowel syndrome, inflammatory bowel disease)
  • laktosa (gula yang terdapat di dalam susu)
  • pemanis buatan (sorbitol dan mannitol, pemanis buatan yang terdapat di permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat menyebabkan diare pada orang sehat)

Gejala yang biasanya menyertai diare, antara lain:

  • tinja yang cair atau lunak
  • sering buang air besar
  • nyeri perut
  • demam
  • darah di dalam tinja

selain itu, gejala lain seperti mual dan muntah dapat menyertai diare yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi bakteri atau parasit biasanya menyebabkan buang air besar yang berdarah dan juga terjadi demam.

Pengobatan Pastikan ada tidaknya tanda-tanda dehidrasi, cegah perburukan dan bawa ke fasilitas kesehatan :

Pada dewasa :

Dehidrasi ringan-sedang : berikan cairan oral (minum) seperti minuman bersoda, jus buah, atau minuman olahraga. Minuman rehidrasi buatan rumah dapat dari 8 ons apel, jeruk atau buah lainnya ditambah ½ sendok teh madu, seujung jari garam, 8 ons air dan ¼ sendok teh baking soda. Cairan rehidrasi berbahan dasar beras dapat dibuat dengan mencampur ½ mangkuk sereal bayi kering dengan 2 cangkir air dan ¼ sendok teh garam. Berikan sesuai dengan jumlah yang keluar.Pada dehidrasi berat dimana terdapat gangguan kesadaran, ketidak mampuan untuk minum serta adanya diare dan atau muntah yang terus berlangsung maka dilakukan pemberian cairan melalui intravena (infus ) pada fasilitas kesehatanBila sudah dipastikan tidak ada tanda-tanda dehidrasi atau dehidrasi sudah teratasi, dicari penyebab diarenya. Bila penyebabnya adalah virus, diare dapat sembuh sendiri dan yang paling penting adalah istirahat dan minum yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Bila penyebabnya adalah bakteri, dapat diberikan antibiotik

Hal yang sangat penting dalam penanganan diare adalah mempertahankan keseimbangan cairan tubuh yang keluar dan masuk. Setiap kali BAB, langsung berikan minum untuk mengganti cairan yang keluar. Selain kehilangan cairan, diare juga menyebabkan kehilangan kandungan elektrolit tubuh, karena itu bila terdapat dehidrasi dan asupan cairan kurang, perlu diganti dengan pemberian cairan infus.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar