Sukses

Keringat dan Kelelahan
09 Aug 2018, 15:07 WIB
Pria, 39 tahun.

mengapa ketika banyak berkeringat badan menjadi lelah?

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah menggunakan layanan Tanya Dokter Klikdokter.

Perasaan mudah lelah dapat disebabkan oleh asupan makanan yang kurang, aktivitas berlebihan, olahraga yang kurang, kurang istirahat, kondisi infeksi, anemia, gangguan hormon, tekanan darah rendah. Perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu baru dapat mengetahui apa yang harus dilakukan. Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk diperiksa lebih jauh. Mungkin diperlukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah lengkap. 

Anda dapat mencoba mengurangi aktivitas agar tidak berlebihan, istirahat yang cukup, makan teratur dengan menu gizi seimbang, banyak minum air putih, dan berolahraga teratur (minimal 3x per minggu). Suplemen yang dasar dapat dikonsumsi, namun asupan nutrisi yang bergizi kaya buah dan sayur akan lebih baik. Olahraga badminton yang terlalu berlebihan juga bisa menajdi salah satu penyebabnya.

Kondisi tubuh yang selalu berkeringat dalam dunia medis disebut sebagai hiperhidrosis, hiperaktifitas kelenjar keringat yang dapat dipicu oleh beberapa hal dan biasa diturunkan dalam keluarga.

Hiperhidrosis sendiri terbagi atas 3 yaitu :

  1. Hiperhidrosis fokal primer yaitu kondisi dimana keringat berlebih terjadi pada area tertentu dari tubuh (fokal) di kedua sisi tubuh (umumnya). Lokasi yang sering adalah telapak tangan dan kaki, lengan, kepala, dan wajahHiperhidrosis idiopatik generalisasi yaitu kondisi dimana seluruh area tubuh mengeluarkan keringat berlebih
  2. Hiperhidrosis sekunder generalisasi yaitu kondisi keringat berlebih yang dipengaruhi oleh penyakit lain atau kondisi lain seperti menopause, hipertiroid, diabetes melitus (neuropati perifer), atau stroke.
  3. Obat-obatan seperti antihipertensi dan antidepresi juga dapat menyebabkan hiperhidrosis. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan dapat muncul ketika tidur.

Menurut American Academy of Dermatology, Hiperhidrosis diterapi dengan beberapa cara yaitu :

  • Antiperspirant yang mengandung alumunium klorida heksahidrat, glutaraldehid, formaldehid, dengan kadar tinggi (15%) dengan cara dioleskan di malam hari pada kulit yang kering, daerah berambut (ketiak), dan dicuci di pagi hari. Penutupan daerah yang diberikan antiperspirant dengan plastik juga dapat dilakuakani
  • Teknik Iontophoresis, umum dilakukan pada hiperhidrosis telapak tangan dan kaki. Tangan diletakkan di dalam larutan berisi elektrolit dengan elektrik kadar rendah. Dapat efektif untuk kasus ringanSuntikan Botulinum tipe A. Suntikan ini diberikan di daerah ketiak, telapak tangan dan kaki untuk mengurangi jumlah keringat. Botulinum akan memblok pengeluaran dari neurotransmiter (asetilkolin) dan merupakan terapi yang efektif selama 4-8 bulan. Suntikan ulang perlu dilakukan lagi di kemudian hari
  • Obat oral. Obat jenis glycopyrrolate dan propantheline bromide berfungsi mencegah terstimulasinya kelenjar keringat. Mereka memblok reseptor kolinergik. Beta bloker juga dapat digunakan untuk terapi keringat berlebih yang terjadi karena stres. Namun obat-obatan ini memiliki efek samping sehingga harus dipertimbangkan risk and benefit
  • Operasi. Hal ini dilakukan pada hiperhidrosis berat yang gagal dengan pengobatan lainnya. Operasinya dinamakan Endoscopic Thoracic Sympathectomy(ETS). Operasi hanya dilakukan bila cara konvensional tidak berhasil.Kami sarankan Anda untuk memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk mengetahui diagnosa dan tata laksana yang paling tepat.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar