Sukses

Mengatasi Migrain

06 Aug 2018, 14:57 WIB
Pria, 43 tahun.

Siang Dokter saya beberapa hari yang lalu terserang migrain dan sampai dokter menyarankan untuk MRI. hasilnya baik kata dokter, tapi kandungan Bakterinya 17.000 padahal kata dokter standarnya hanya 10.000. Pertanyaanya apa Bakteri yang di makaud dokter tsb yah dok ? trus makanan apa yang harus saya hindarkan supaya bisa mencegah datangnya migrain. demikian Terima kasih.

Terima kasih telah bertanya tentang Mengatasi Migrain melalui fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Migrain merupakan suatu kelainan neurologis yang ditandai dengan nyeri kepala satu sisi dengan intensitas nyeri sedang hingga berat. Ciri khas dari migrain adalah nyeri kepala satu sisi, mata berkunang-kunang, sensitif terhadap cahaya dan suara, mual, yang dapat terasa seperti berdenyut, berlangsung dan antara 2–72 jam. 

Penyebab migrain sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar meyakini berhubungan dengan faktor lingkungan dan genetik. Mengenai ada keterkaitan dari virus yang menyebabkan migrain perlu dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut.

Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres psikologis, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu. Coba untuk memperhatikan makanan yang Anda konsumsi sebelum timbulnya migrain. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

  • Makanan seperti susu,keju,red wine
  • Makanan yang mengandung banyak Monosodium Glutamate (MSG) seperti snack ringan
  • Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)
  • Makanan yang difermentasi
  • Alkohol (red wine, beer)
  • Caffeinated (softdrink, teh, kopi)
  • Coklat
  • Pemanis buatan

(ingat bahwa penderita migrain bukan berarti mengalami migrain akibat semua jenis makanan diatas, namun spesifik untuk setiap orang)

Beberapa cara alami yang anda dapat coba untuk melawan migraine, salah satunya adalah:

  1. Tidur yang cukup – Seringkali migrain dipicu oleh kurangnya tidur, cobalah untuk tidur cukup setiap harinya
  2. Terapi panas - Coba untuk mandi dengan air panas, sebab air panas dapat memicu relaksasi dari otot-otot di badan
  3. Yoga-terdapat data yang menyebutkan bahwa yoga dikaitkan dengan ketenangan dan relaksasi tubuh
  4. Pola makan tidak teratur dan memakan makanan yang memicu migrain - pola makan ternyata berpengaruh terhadap migraine, cobalah untuk makan secara teratur dan coba hindari makanan-makanan yang disebutkan dapt memicu migraine, seperti coklat, cafein, dan keju.
  5. Aromaterapi - terbutki dapat mengurangi ketegangan dari otot dan relaksasi dari tubuh
  6. Konsumsi vitamin – vitamin seperti B 12 dikatakan memiliki efek terhadap persarafan amak kemungkinan dapat membantu mengatasi migrain (terkait metabolisme oksidatif saraf), dan magnesium dapat mengurangi hipereksitabilitas saraf

Berikut adalah langkah untuk menangani migrain:

Untuk mengurangi dapat menggunakan obat penghilang rasa sakit dan istirahat. Obat-obatan penghilang rasa nyeri yang dapat digunakan adalah parasetamol, parasetamol dan kafein, golongan anti-peradangan nonsteroid (misalnya asam mefenamat, natrium diklofenak, methampyron, dll), serta yang lebih kuat lagi obat golongan opiod. Golongan triptan (misalnya sumatriptan) dan ergotamine terutama digunakan untuk pasien dengan nyeri migrain yang berat, namun pemberian pengobatan ini harus didapatkan dari dokter spesialis saraf. Bila sudah tidak mempan dengan parasetamol dan kafein, kami sarankan Anda memperoleh obat-obatan yang lebih lanjut ini dari dokter spesialis saraf, tidak membeli secara mandiri karena penggunaannya harus dipantau oleh dokter.

Dalam beberapa kasus kompres dingin pada area nyeri dapat membantu

Bila terdapat rasa tidak nyaman terhadap cahaya dan suara, kurangi penerangan dan hindari kebisingan

Bila terdapat tambahan gejala seperti mual dan muntah maka dapat diberikan pengobatan anti mual

Agar tidak terjadi kembali maka setiap orang harus mengetahui faktor apakah yang menyebabkan dirinya terkena migrain. Apakah stres psikologis, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu? Dengan mampu menghindari pemicunya, maka kejadian migrain dapat dihindari. 

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Mengatasi Migrain. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar