Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Keluar Sperma Campur Darah

04 Aug 2018, 12:08 WIB
Pria, 24 tahun.

Selamat pagi dok saya mau tanya Seriap saya martubasi dan mengeluarkan sperma kenapa bercampur darah ya .. darahnya kadang merah kadang merah ke coklat gelap Apa itu sangat berbahaya

Terima kasih telah bertanya seputar keluar sperma campur darah menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Secara normal pada saat ejakulasi, akan dikeluarkan cairan ejakulat yang berwarna putih karena memiliki banyak kandungan sperma yang kaya akan protein. Sperma ini dihasilkan oleh testis dan baru akan dikeluarkan bersama dengan air mani saat ejakulasi.

Cairan mani (semen) yang normal umumnya berwarna putih atau keabu-abuan. Namun warna semen dan konsistensi dapat bervariasi tergantung usia, makanan dan frekuensi ejakulasi. Pada awal ejakulasi, semen terlihat tebal dan lengket, namun akan mencair 20-30 menit kemudian.

 

Melihat darah keluar di dalam sperma tentunya membuat Anda cemas. Namun, hal itu tidak selalu merupakan tanda dari kondisi medis yang serius. Untuk pria di bawah usia 40 tahun tanpa gejala lain dan tanpa adanya faktor risiko kondisi yang mendasari, darah pada sperma dapat menghilang dengan sendirinya.

Namun, untuk pria usia 40 ke atas, darah pada sperma perlu dievaluasi dan diterapi, khususnya pada mereka yang:

  • Beberapa episode sperma bercampur darah (berulang)
  • Memiliki gejala terkait saat BAK atau ejakulasi
  • Memiliki risiko mengalami penyakit kanker, gangguan pembekuan darah atau kondisi medis lainnya

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan hematospermia atau hemospermia.

Penyebab hematospermia antara lain:

  1. Infeksi dan peradangan. Ini merupakan penyebab paling umum dari hematospermia. Darah bisa terjadi akibat infeksi atau peradangan pada kelenjar dan saluran yang menghasilkan atau mengalirkan cairan sperma, yaitu pada: prostat (kelenjar yang menghasilkan cairan sperma), uretra (saluran yang membawa urin dan cairan sperma keluar dari penis), epididimis dan vas deferens (struktur berbentuk tabung tempat pematangan sperma), dan vesikula seminalis (organ yang juga berkontribusi terhadap cairan sperma). Selain gangguan pada organ-organ tersebut, infeksi juga bisa didapat akibat hubungan seksual (infeksi menular seksual/IMS). Bila Anda sudah aktif secara seksual, hal ini merupakan penyebab yang paling mungkin.
  2. Trauma atau prosedur medis seperti terapi radiasi, vasektomi (KB pria), atau suntikan hemoroid (untuk wasir) dapat menyebabkan hematospermia. Selain itu, cedera pada testis (buah zakar), hubungan seksual atau masturbasi yang intensitasnya berlebihan juga dapat menyebabkan hematospermia.
  3. Sumbatan pada saluran untuk mengeluarkan cairan sperma akibat pembesaran prostat (pada pria >55 tahun).
  4. Tumor dan polip pada prostat, testis, kandung kemih, maupun organ reproduksi dan saluran kemih lainnya.
  5. Kelainan permbuluh darah pada prostat maupun struktur lain yang membawa sperma.
  6. Kondisi medis lain seperti tekanan darah tinggi, HIV, penyakit hati, dan leukemia.
  7. Sebanyak 15% dari hematospermia tidak diketahui penyebabnya dan seringkali berhenti secara spontan.

Untuk mengetahui penyebab hematospermia yang mendasari, perlu diketahui apakah terdapat gejala-gejala berikut yang terkait:

  • Darah pada urin (hematuria)
  • Nyeri dan rasa panas/pedih saat berkemih
  • BAK tidak lampias (seperti ada sisa di kandung kemih)
  • Kandung kemih nyeri dan terasa seperti teregang
  • Nyeri saat ejakulasi
  • Bengkak atau nyeri pada organ seksual
  • Keluarnya cairan/nanah dari penis
  • Demam, denyut jantung cepat, dan tekanan darah yang lebih dari normal

Bila yang Anda alami baru terjadi pertama kali, tanpa gejala penyerta dan berhenti dengan sendirinya, kemungkinan ini bukanlah hal yang serius. Namun, apabila terjadi secara berulang dan terdapat gejala-gejala terkait seperti di atas, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter spesialis urologi.

Untuk pertanyaan kedua mengenai diare yang sudah lebih dari 3 minggu, belum tentu berhubungan dengan hematospermia yang dialami. Penyebab diare sangatlah banyak. Paling sering disebabkan oleh infeksi, namun bisa juga disebabkan akibat kanker, pasca operasi, terapi radiasi, konsumsi alkohol dan obat-obatan yang berlebihan, gangguan penyerapan usus, dan lain sebagainya.

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter, apabila didapatkan:

  1. Tinja bercampur darah (darah segar atau kehitaman)
  2. Demam di atas 38.5 derajat yang lebih dari 24 jamDiare lebih dari 2 hari
  3. Mual atau muntah yang membuat Anda sulit minum
  4. Nyeri pada perut atau rektum (bagian sebelum anus) yang hebat
  5. Terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti urin kecoklatan dan sedikit, denyut jantung cepat, sakit kepala, kulit kering, gangguan kesadaran 

Perubahan pada penampakan semen umumnya bersifat sementara dan bukanlah suatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika perubahan warna ini menetap hingga tiga sampai empat minggu, segera konsultasikan kepada dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Apabila keluhan ini berlanjut maka kami sarankan Anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis urologi untuk tatalaksana yang optimal.

Demikian informasi seputar keluar sperma campur darah yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar