Sukses

Perawatan Setelah Memakai Behel
27 Jul 2018, 20:24 WIB
Wanita, 24 tahun.

Pagi dokter, gigi saya renggang Pada bagian atas. Pda bgian bwah rapi, tetapi ada 1 gigi yg lepas di smping gigi seri. Jika saya mau merapikan gigi dengan pasang behel kira-kira bisa tidak dok? Hasilnya akan rapi terus atau tidak? Karena pernah saya baca, gigi yg renggang jika dipasang behel akan renggang kembali jika behel dilepas. Mohon jawabannya dok. Terima kasih..

Terima kasih sudah bertanya dengan menggunakan fitur Tanya Dokter.

Perawatan orthodontik (pemasangan kawat bracket) dapat memperbaiki Gigi yang posisinya tidak normal/berjejal/gigitan rahang atas dan bawah yang tidak normal atau renggang yang dapat berpotensi untuk menimbulkan masalah lain yang lebih berat, oleh karena itu perawatan tersebut bertujuan untuk memperbaiki oklusi gigi atas dan bawah, memperbaiki posisi gigi yang tidak normal hingga didapat hubungan gigi geligi yang harmonis di dalam lengkung rahang yang normal, dengan demikian dengan sendirinya estetika wajah pasien akan lebih baik daripada sebelum perawatan.

Seluruh gigi-geligi pasien diperiksa secara seksama, jika ada yang perlu mendapatkan perawatan (misalnya penambalan atau pembersihan karang gigi) maka harus dirawat terlebih dulu sebelum dilakukan pemasangan kawat. Lalu gigi pasien harus dicetak agar dapat dilakukan model/duplikat gigi. Duplikat ini diperlukan untuk menganalisa kebutuhan ruang dan melakukan rencana perawatan. Selain itu perlu dilakukan foto rontgen (ada dua foto, yaitu panoramik dan cephalometri). Foto ini penting, untuk membantu analisa kebutuhan ruang dan menilai posisi gigi terhadap tulang rahang sehingga dapat menunjang rencana perawatan.

Setelah selesai melakukan perawatan orthodonti, pasien harus tetap menjaga hubungan dari gigi geligi tersebut dengan menggunakan alat retainer. Penggunaan retainer sesudah melepaskan kawat gigi bertujuan untuk mempertahankan posisi dan hubungan gigi-geligi yang sudah rapi dan harmonis antara gigi atas dan bawah. Gigi selalu memiliki kecenderungan untuk bergerak karena adanya gaya saat melakukan gerakan pengunyahan, apalagi saat seseorang masih dalam usia pertumbuhan (rata-rata di bawah 17 tahun) dimana tulang rahang terus bertumbuh dan posisi gigi mengikuti pertumbuhan tulang rahang. Berapapun usia pasien, setelah perawatan orthodontik selesai dan alat dilepas, tetap berpotensi untuk relaps. Apalagi pada pasien yang masalahnya tidak sebatas gigi (dental) saja tapi juga tulang rahang (skeletal), misalnya rahang bawah yang lebih maju dan menyebabkan gigitan menjadi edge to edge/ tepi gigi depan atas kontak dengan tepi gigi depan bawah atau gigitan silang/crossbite. 

Ada baiknya Anda kembali berkonsultasi ke dokter gigi spesialis orthodontik Anda untuk memastikan perawatan yang perlu dilakukan pada kondisi yang sekarang Anda alami ini.

Demikian informasi yang dapat diberikan, Semoga Bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar