Sukses

Keputihan Setelah Berhubungan Intim

27 Jul 2018, 06:49 WIB
Wanita, 27 tahun.

Ass, dok saya mau bertanya.. Kenapa yaa setiap selesai berhubungan badan dengan suami, vagina saya selalu mengeluarkan cairan, keputihan, bahkan terkadang bercak darah yang bau sekali... Saya sudah berkali2 periksa ke rumah sakit dan dokter spesialis, tapi tidak ada masalah apa2, yg terakhir saya periksa dengan diagnosa infeksi serfisitif, tapi saya sudah sembuh, dan sekarang gejala ini muncul lagi dok, saya harus bagaimana y dok, mohon saran nya dok saya sangat membutuhkan bantuan dokter... Trm ksh

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kondisi Anda.

Keputihan yang abnormal dapat terjadi setiap setelah berhubungan intim. Biasanya, keputihan yang seperti ini disebabkan oleh vaginosis bakterial, atau ketidakseimbangan di dalam vagina sehingga bakteri yang normal ada di dalamnya tumbuh berlebihan.

Keputihan jenis ini menimbulkan keputihan yang berbau amis dan banyak, jarang disertai gatal. 

Selengkapnya dapat Anda baca di sini:  

Sebagian wanita memang cenderung sering kambuh terutama setelah berhubungan. Oleh karena itu, kami sarankan agar Anda menggunakan sabun pembersih area kewanitaan yang mengandung asam laktat setiap setelah berhubungan intim.

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan bila masalah ini sangat mengganggu dan sering berulang agar didapatkan solusi untuk mencegahnya.

Sedangkan bercak darah yang juga muncul setelah berhubungan intim bisa maupun tidak berkaitan dengan keputihannya.

Perdarahan vagina setelah berhubungan intim paling sering terjadi pada wanita muda yang masih dalam rentang usia reproduksi seperti Anda. Jika terjadi pada usia ini, umumnya tidak memerlukan konsultasi dokter lebih lanjut. Namun, bila perdarahan sering terjadi atau selalu terjadi setiap setelah berhubungan intim, dapat merupakan tanda dari kondisi-kondisi berikut:

  • Infeksi, seperti penyakit radang panggul atau infeksi menular seksual seperti klamidia
  • Vagina yang kering (vaginitis atrofik) disebabkan karena kurangnya pelumas (utamanya setelah menopause)
  • Kerusakan pada vagina, seperti robekan jalan lahir
  • Polip serviks (leher rahim) atau polip endometrium (rahim) yang bersifat jinak
  • Ektropion serviks (erosi/luka lecet), di mana terdapat area yang meradang pada serviks
  • Pada kasus yang jarang dapat merupakan tanda kanker serviks atau vagina

Bila perdarahan vagina hanya terjadi sesekali setelah berhubungan intim, kemungkinan tidak ada yang perlu dicemaskan. Namun, pada kasus Anda terjadi hampir setiap kali berhubungan intim. Di samping itu, darah juga keluar di luar hubungan intim. Kami sarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda agar diperiksa secara menyeluruh dan ditentukan penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar