Sukses

Flek Selama Kehamilan

26 Jul 2018, 21:18 WIB
Wanita, 27 tahun.

Pak dokter saya mau bertanya soal kehamilan saya. Nama saya Hermawati umur 27thn.. 2 Minggu yang lalu saya sempat ngflek saat kehamilan umur 11 Minggu selama 2 hari langsung cek ke dokter dikasih obat penguat cygest lewat bawah(maaf), Alhamdulillah dokternya bilang janinnya sehat, selsai itu bedrest total selama 1 Minggu, udah itu bener bener brntii ngflek, selang 1 Minggu kenapa flek keluar lagi dik sedikit agak warna kecoklatan .. apa karena tlat masukin obatnya atau karena kerja iya dok, soalnya slsai dunes malam pulang pulangya malah ngeliatnya keluar flek itu.. Mohon penjelasanya dok.. terimakasih

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluarnya bercak darah atau flek saat hamil memang perlu mendapat perhatian lebih karena dapat menjadi pertanda suatu bahaya bagi janin yang dikandung, namun memang pada 20-30% wanita hamil terkadang dapat mengalami flek-flek perdarahan yang biasa terjadi di awal kehamilannya (3 bulan pertama kehamilan). Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya flek-flek selama kehamilan diantaranya adalah:

1. Melakukan hubungan seksual selama kehamilan. Biasanya flek-flek darah akan timbul setelah melakukan hubungan seksual saat hamil karena saat hamil serviks (leher rahim) wanita dialiri oleh lebih banyak darah dibandingkan oleh wanita yang tidak hamil, karena itu serviks wanita yang sedang hamil lebih mudah berdarah

2. Keguguran

3. Kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik)

4. Blighted Ovum (BO). Merupakan suatu kelainan dimana janin di dalam rahim gagal untuk berkembangInfeksi saluran reproduksi oleh jamur, parasit, ataupun bakteri

5. Plasenta previa atau Solusio plasenta (pelesapan plasenta dari dinding rahim). Merupakan penyebab perdarahan yang biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Mungkini yang dimaksud oleh dokter kandungan Anda.

6. Solusio plasenta dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti trauma pada perut, tekanan darah ibu yang tinggi, atau apabila ibu merokok dan menggunakan kokain selama kehamilan.

Selain itu, ketuban pecah dini, riwayat solusio plasenta sebelumnya, kelainan pembekuan darah pada ibu, kehamilan multipel (lebih dari satu janin), dan usia ibu yang lebih dari 40 tahun ketika hamil juga dapat meningkatkan risiko solusio plasenta.

Untuk memastikannya, Anda perlu memeriksakan kandungan Anda ke dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar