Sukses

Penanganan Operasi Dengan KIS Kartu Sehat Indonesia

25 Jul 2018, 06:48 WIB
Pria, 26 tahun.

hello dokter, maaf jika pertanyaan saya agak berbeda karena sy tidak tahu harus bertanya kepada siapa. yang mau sy tanyakan kebetulan ibu saya sekarang lagi sakit parah, RS di daerah kami mengdiagnosa bahwa ibu saya terkena tumor,kistas, empedu yg bermasalah, dan usus buntu. jadi RS daerah merujuk ke RS yg lebih besar RS swasta yang di kota makassar. setelah sampai disana kami mengirah, karna sudah membawa berkas hasil tes dari RS kota kami akan langsung di rawat.tetapi kami hanya di suruh menunggu hasil tes kembali dari mereka. dengan perut yg bengkak dan setiap hari harus merasakan sakit, kami menunggu hasil tes tersebut. yang membuat saya bertanya-tanya kenapa RS tersebut hanya mengatakan bahwa ibu pulang aja terlebih dahulu jika waktu oprasi sudah di tentukan mereka akan menghubungi(menelpon). dikarnakan kondisi ibu sy lemah harus di pulihkan terlebih dahulu dg di bekali resep anti nyeri. yang membuat sy bingung, knp ibu sy tidak di rawat saja? dan menuggu jadwal oprasi di RS sambil di pulihkan? apakah karna hanya menggunakan KIS? tolong sy di bantu dokter agar sy bisa memahami permasalahan ini.

Terima kasih telah bertanya seputar KIS Kartu Indonesia Sehat menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami memahami kondisi yang anda alami. Infeksi nosokomial adalah istilah yang merujuk pada suatu infeksi yang berkembang di lingkungan rumah sakit. Artinya, seseorang dikatakan terkena infeksi nosokomial apabila penularannya didapat ketika berada di rumah sakit. Termasuk juga infeksi yang terjadi di rumah sakit dengan gejala yang baru muncul saat pasien pulang ke rumah, dan infeksi yang terjadi pada pekerja di rumah sakit. Selain itu, infeksi nosokomial termasuk salah satu penyebab terbesar kematian pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Penyebab dan Faktor Risiko Infeksi NosokomialFaktor-faktor yang mempengaruhi seseorang dapat terkena infeksi nosokomial adalah:

  • Patogen (bakteri, jamur, virus, parasit)

Jumlah dan virulensi (kekuatan) bakteri yang tinggi, serta resistensi bakteri terhadap antibiotik dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi nosokomial. Umumnya, infeksi nosokomial disebabkan oleh bakteri yang ada di rumah sakit. Bakteri tersebut bisa didapat dari orang lain yang ada di rumah sakit, bakteri yang menjadi flora normal (bakteri yang secara normal ada di dalam tubuh dan pada keadaan normal tidak menyebabkan gangguan) orang itu sendiri, atau bakteri yang mengontaminasi lingkungan dan alat-alat di rumah sakit. Selain bakteri, jamur dan virus atau parasit juga dapat menjadi penyebab infeksi nosokomial.Yang dimaksud dengan bakteri yang resisten adalah ketika antibiotik menjadi kurang efektif untuk membunuh bakteri tersebut. Hal ini disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan anjuran dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan mengakibatkan bakteri yang ada di dalam tubuh manusia berubah karakter dan menjadi tahan terhadap antibiotik. Rumah sakit merupakan tempat beragam jenis pasien, sehingga bakteri yang resisten tersebut dapat menyebar di lingkungan rumah sakit dan akan lebih sulit untuk ditangani bila menjangkiti seseorang.

  • Kondisi Pasien

Selain bakteri, kondisi dari pasien tersebut juga memengaruhi dapat atau tidaknya terkena infeksi nosokomial. Beberapa kondisi pasien yang membuat lebih mudah terserang infeksi nosokomial:

- Usia. Pasien lansia (usia di atas 70 tahun) dan bayi lebih mudah terserang infeksi nosokomial.

- Daya tahan tubuh dan penyakit yang dimiliki. Pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, gagal ginjal, dan kanker meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi nosokomial. Keadaan akut seperti koma, gagal ginjal akut, cedera berat (seperti habis kecelakaan atau luka bakar), dan syok juga berkontribusi dalam meningkatkan risiko infeksi nosokomial. Kondisi yang mengakibatkan daya tahan tubuh turun seperti pada penyakit HIV/AIDS, malnutrisi, dan menggunakan obat-obatan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. (misalnya: immnunosuppresant, kemoterapi) akan meningkatkan risiko terkena infeksi nosokomial.

- Prosedur yang dilakukan terhadap pasien. Prosedur seperti tindakan operasi, pemasangan alat bantu napas (ventilator), endoskopi, atau kateter meningkatkan risiko seseorang untuk terkena infeksi nosokomial melalui kontaminasi langsung dengan alat yang masuk ke dalam tubuh.

  • Faktor Lingkungan

Lingkungan rumah sakit yang padat, kegiatan memindahkan pasien dari satu unit ke unit yang lain, dan penempatan pasien dengan kondisi yang mudah terserang infeksi nosokomial (misalnya pada ruang perawatan intensif, ruang perawatan bayi, ruang perawatan luka bakar) di satu tempat dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi nosokomial. Lamanya waktu perawatan di rumah sakit juga semakin meningkatkan risiko terkena penyakit nosokomial.

Pihak dokter dan RS sudah melakukan yang terbaik untuk Ibu Anda dengan cara memberikan terapi peroral terlebih dahulu dirumah dan kemudian kembali ke RS jika jadwal operasi sudah pasti.KIS Kartu Indonesia Sehat juga memiliki standar dan aturannya. Jika Anda ingin bertanya terkait KIS yang Anda gunakan silahkan hubungi petugas BPJS untuk menanyakan secara langsung. 

Demikian informasi seputar KIS Kartu Indonesia Sehat yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar