Sukses

Penularan Lewat Jarum Suntik

24 Jul 2018, 14:39 WIB
Wanita, 16 tahun.

Dok saya mau tanya, kmrn saya baru aja cek golongan darah, saya lihat dokter yg mau ngecek td ngeluarin jarumnya dr laci, lalu digunakan untuk menyoblos jari saya untuk tes darah. setelas nyoblos jari, dokter tsb masukin jarumnya ke laci lagi, apakah cek golongan darah tsb memungkinkan tertular sebuah penyakit? Terimakasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda. Tergores atau tertusuk jarum merupakan risiko penularan berbagai penyakit menular seperti hepatitis dan HIV. Kemungkinannya kecil jika goresan hanya dangkal. Namun kami tetap menyarankan Anda pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertimbangan pencegahan. Seharusnya, darah dari pasien tersebut dan darah Anda dites untuk kemungkinan hepatitis dan HIV, sebagai data dasar. Saat ini ANda tidak perlu khawatir, kunjungilah dokter terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Izinkan kami menjelaskan tentang hepatitis.

Hepatitis (radang pada hati) B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi tapi jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV. Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

Kontak langsung darah dengan darahHubungan seksual yang tidak amanPenggunaan jarum suntik tidak sterilTertusuk jarum suntik yang terinfeksiJarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercingPada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkanTranfusi darahSekitar sepertiga kasus dari penderita hepatitis B dapat tidak mengalami gejala sama sekali. Sisanya, penderita hepatitis B dapat mengalami beberapa gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan lemas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan menurun, diare, badan terlihat kuning (ikterik), mual dan muntah.

Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) merupakan salah satu pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat infeksi hepatitis B akut dan kronik. Apabila hasilnya positif, maka pada umumnya orang tersebut menderita hepatitis B kronik, dimana nilai HBsAg akan tetap positif setelah jangka waktu > 6 bulan pada 5-10% pasien yang mengalami infeksi hepatitis B.

Perlu dipastikan pemeriksaan Anti-Hbs untuk memastikan apakah Anda sudah benar-benar memiliki kekebalan terhadap hepatitis B. Bila hasilnya non reaktif artinya saat ini anda tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap Hepatitis B.

Kami sarankan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter yang merawat Anda karena penanganan hepatitis B akan diseseuaikan dengan keadaan penderita itu sendiri.

Berikut kami sertakan artikel berkaitan dengan hepatitis B:

Hepatitis B.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar