Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Disfungsi Ereksi

24 Jul 2018, 15:00 WIB
Pria, 32 tahun.

Halo Klik Dokter, Saya ingin konsultasi, saya pria menikah. Belakangan ini, sering saya mengalami gangguan seksual. Gangguannya adalah : 1. Penis saya sangat mudah ereksi tanpa melihat hal yang terangsang. Dan pada saat terangsang, seluruh batang penis dari mulai pangkal bawah hingga kepala, terasa nyeri atau seperti pegal-pegal. Hal ini membuat saya tidak nyaman. 2. Pada saat melakukan hubungan seksual dengan istri, saya sangat lama sekali ejakulasinya, biasanya lebih dari satu jam. dan sering hubungan seksual saya tidak berakhir dengan bahagia, karena bisa ejakulasi, saya merasakan kenikmatan, namun kenikmatan puncaknya jarang saya alami. 3. disaat sudah ejakulasi, sering penis saya tetap tegak dan serasa ingin ejakulasi lagi, namun istri sudah lelah dan tersiksa. 4. Di saat istri saya sedang menstruasi, saya tidak dapat berhubungan, dan gantinya, saya melakukan masturbasi 5-7 kali dalam sehari dalam durasi per 1-2 jam. Tolong dokter, hal ini sangat menyiksa saya, saya sering tidak bisa fokus dan merasakan sakit pada penis di setiap hari disela-sela aktivitas rutin. Terima kasih.

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Disfungsi Ereksi melalui fitur Tanya Dokter.

Sejak kapan keluhan dirasakan? Jika yang Anda maksud sulit atau tidak dapat ereksi, maka mungkin Anda mengalami disfungsi ereksi. Gangguan ereksi dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah :

Kelainan pembuluh darahKelainan persarafanObat-obatanKelainan pada penisMasalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Disfungsi Ereksi. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar