Sukses

Hasil Rontgen Paru

24 Jul 2018, 08:49 WIB
Wanita, 20 tahun.

Hasil rontgent Con: besar dan bentuk normal Pulmo: tampak bercak infilrat dipanalilAhilus tidak menebal Diafragma normal Sinus contopnemicus tajam Tulang2: tamoak scoliosis dengan convexitas ke kiri Kesan: gambaran broncopneumonia scoliosis thoracalis Bagaimana ya dok, apakah saya normal? Saya ingin melamar pekerjaan.

Terima kasih telah bertanya seputar hasil pemeriksaan rontgen paru menggunakan fitur Tanya dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Apakah selama ini Anda memiliki keluhan seperti batuk? sesak napas? demam?

Pemeriksaan rontgen paru hanyalah sebuah pemeriksaan tambahan yang berfungsi untuk menunjang diagnosis sehingga akan menjadi tidak bijak jika diagnosis ditegakkan hanya berdasarkan hasil pemeriksaan ini. Diagnosis anda baru bisa ditegakkan setelah adanya wawancara medis dan pemeriksaan fisik langsung. 

Bronkopneumonia

Bronkopneumonia merupakan peradangan yang mengenai parenkim (jaringan) paru, pada bagian terjauh dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi (saling menempel) jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.

Gejala klinis yang dapat ditemukan dapat ringan, fulminan (berat), bahkan fatal. Adanya demam, batuk nonproduktif (tidak berdahak) ataupun produktif (berdahak) dengan sputum purulen (kekuningan), nyeri dada pleuritik (dipengaruhi oleh pernapasan), menggigil, rigor, serta nafas yang pendek adalah gambaran yang sering ditemukan. Selain itu dapat juga ditemukan pasien dengan keluhan nyeri kepala,  mual, muntah, diare, mialgia (nyeri otot), arthralgia (nyeri sendi) serta fatigue (kecapaian).

Pnemonia disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, penyebab terseringnya adalah bakteri (S.pneumonia, H.influenza, S.aureus, P.aeruginosa, M.tuberculosis, M.kansasii, dsb), namun dapat juga disebabkan oleh jamur (P.carinii, C.neoformans, H.capsulatum, C.immitis, A.fumigatus,dsb), protozoa (toksoplasma) serta virus (CMV, herpes simpleks).

Kuman penyebab biasanya berbeda di antara satu daerah dengan daerah lainnya, juga berkaitan dengan interaksi faktor-faktor terjadinya infeksi, cara terjadinya infeksi serta perubahan keadaan pasien seperti gangguan sistem imun, adanya penyakit kronik, polusi lingkungan dan juga penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Skoliosis

Skoliosis merupakan suatu kelainan bentuk tulang belakang, yang mana tulang belakang membengkok ke samping sehingga membentuk huruf ‘C’ ataupun ‘S’. Biasanya dapat terlihat pada bagian pinggul atau bahu yang tinggi sebelah dan tidak simetris.

Skoliosis dapat timbul tanpa diketahui penyebabnya atau disebut skoliosis idiopatik dan dapat juga disertai penyebab seperti trauma ataupun kesalahan kebiasaan posisi duduk atau bahkan kebiasaan tidur saat masih kecil.

Skoliosis biasanya menimbulkan nyeri pada penderitanya, terutama jika penderita kelelahan, terlalu lama duduk atau berdiri, dan mengangkat beban berat. Hal ini dikarenakan beban yang ditumpu oleh tulang belakang tidak seimbang sehingga lokasi tulang belakang tersebut bengkok akan terasa nyeri.

Penanganan skoliosis dapat dilakukan dengan 3 cara.

1. Pengamatan Langsung

Pengamatan langsung yang dilakukan dimaksudkan untuk mengontrol derajat dari kelengkungan tulang apakah bertambah setiap tahunnya. Biasanya dilakukan oleh penderita skoliosis dengan derajat ringan.

2. Menggunakan Penyangga

Untuk penggunaan penyangga, paling efektif dilakukan sejak usia dini hingga usia pubertas karena dimaksudkan saat masa pertumbuhan tulang si anak, dicegah supaya bengkoknya tulang tidak progresif.

3. Operasi

Sedangkan untuk tindakan operasi biasanya dilakukan terhadap pasien-pasien dengan derajat kelengkungan lebih dari 40 derajat karena biasanya semakin besar derajat kelengkungan tulang belakang seseorang, akan semakin banyak pula keluhan-keluhan yang dirasakan, seperti nyeri hebat ataupun sesak napas.

Kami sarankan Anda berkonsultasi kembali kepada dokter yang memeriksa Anda. Semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar