Sukses

Jerawat di Kemaluan

24 Jul 2018, 07:46 WIB
Wanita, 39 tahun.

Hallo dokter.. Kulit sy tergolong sensitif. Dlu wkt sekolah sy suka duduk dimana saja.. di lantai, di trotoar, di halaman depan rumah.. dimana aj tanpa memikirkan kebersihannya. Sehingga suka timbul gatal di daerah pantat lalu timbul jerawat/ bisul kecil yg nantinya pecah lalu meninggalkan bekas menghitam sampai saat ini. Stlh makin dewasa sy amat menjaga kebersihan tp mengapa tetap sj jerawat/ bisul kecil itu masih suka muncul bahkan yg lbh memalukan suka muncul di permukaan vagina tempat tumbuhnya bulu2 kemaluan. Padahal sy sering mencuci dengan rutin daerah2 pantat, kemaluan bahkan dengan antiseptik. Mengapa bisa terjadi ya dok? Apakah faktor kurang bersih atau ada kelainan tertentu? Sebagai info tambahan sy wanita bekerja yg setiap hari menggunakan celana panjang, kebanyakan berbahan jeans. Apakah hal tsb mempengaruhi dok? Sy malu sekali dok terutama pada suami.. walaupun kami sdh menikah 15thn & dia ga mslh dgn keadaan sy tp sy jd minder sekali dok..

Terima kasih telah bertanya tentang jerawat di kemaluan melalui fitur Tanya Dokter. 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelumnya kami mebutuhkan beberapa informasi. Sejak kapan keluhan dirasakan oleh teman Anda? Jerawat seperti apa yang Anda maksud, apakah seperti jerawat di wajah atau benjolan? Berapa jumlah, ukuran, warna, letak, nyeri/tidak? Dimanakah letak pasti jerawat yang Anda maksud, apakah muncul di pangkal rambut-rambut kemaluan atau di bagian dalam vagina? Apakah ada keputihan, demam, dan pernah melakukan hubungan seksual?

Jika jerawat muncul di pangkal rambut kemaluan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut sebagai folikulitis. Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya kebersihan pada area vagina. Terapinya adalah dengan mencukur rambut vagina secara berkala, menjaga daerah vagina tetap kering dan bersih, gunakan pakaian dalam yang berbahan katun (menyerap keringat). Hindari menggaruk saat gatal karena dapat memperparah rasa gatal dan menimbulkan luka/iritasi.

Beberapa penyakit lainnya yang menimbulkan kelainan menyerupai jerawat di kemaluan:

1. Kondiloma akuminataKutil pada kelamin, yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah kondiloma akuminata, merupakan suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

Virus ini dapat menyebabkan sebuah lesi saja, atau lesi yang besar menyerupai jengger ayam. Kutil dapat tertular melalui kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi. Pada wanita, HPV meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks atau kanker mulut rahim.

2. Sifilis

Sifilis, atau penyakit raja singa, merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Penyebab penyakit Sifilis adalah bakteri Treponema pallidum. Infeksi ini dapat menyebabkan berbagai keluhan pada tubuh manusia. Dari sekedar muncul bercak kemerahan di kelamin, kemudian munculnya luka-luka kecil, demam, sakit kepala dan diikuti gejala infeksi umum lainnya.Salah satu keluhan yang dapat dialami pasien adalah adanya luka pada penis, berupa ulkus (luka kecil). Ulkus penis ini biasanya tidak nyeri. Pada tahap lebih lanjut, sifilis dapat menyebabkan keluhan pada bagian kulit yang lain.

3. Herpes Simpleks

Infeksi Herpes Simpleks Virus tipe 2 adalah infeksi virus yang umumnya dapat terlihat pada kemaluan seseorang, dan ditularkan melalui hubungan intim atau seksual. Namun bisa juga ditemukan pada bagian kulit lain. Gejala yang dapat muncul adalah adanya lesi kemerahan pada kulit, terutama tempat virus tersebut masuk. Pasien akan mengeluhkan adanya benjolan pada penis yang sakit atau adanya gelembung berisi cairan.

4. Moluskum Kontagiosum

Moluskum kontagiosum merupakan penyakit yang disbabkan oleh poxvirus. Penyakit ini menyebabkan gejala terbentuknya papul yang cukup banyak. Papul merupakan benjolan yang berbatas tegas dan sewarna dengan kulit. Salah satu ciri khas dari penyakit moluskum kontagiosum adalah adanya lekukan pada benjolan moluskum. Benjolan ini dapat mengeluarkan bahan seperti nasi jika ditekan.

Sulit bagi kami mendiagnosis penyakit dengan informasi yang sangat terbatas dan tanpa melakukan pemeriksaan fisik secara langsung. Sebaiknya Anda memeriksaan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk diagnosis dan terapi lebih lanjut.

Untuk penggunaan jeans tetap diperbolehkan namun sebaiknya jangan terlalu sering. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan terkait jerawat di kemaluan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam. 

  

    0 Komentar

    Belum ada komentar