Sukses

Penyebab Keputihan Anak

23 Jul 2018, 07:53 WIB
Wanita, 38 tahun.

Dok ,saya punya putri usia 11 th sampai saat ini belum menstruasi tp sejak klas 6 dia keputihan yg tdk berbahu ,apakah aman dok?

Terimakasih telah bertanya tentang Keputihan pada anak melalui fitur Tanya Dokter.

Keputihan dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada balita, bahkan bayi. Keputihan adalah semua cairan yang keluar dari vagina selain darah. Keputihan dibedakan menjadi dua, yaitu keputihan fisiologi atau normal dan patologis atau penyakit.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental), tidak berbau, tidak panas, tidak gatal, serta tidak menimbulkan keluhan lainnya.

Keputihan pada anak dapat disebabkan karena faktor endogen (dari dalam) dan faktor eksogen (dari luar). Faktor dari dalam diantaranya karena perkembangan alat kelaminnya belum sempurna (bibir luar kemaluan belum berkembang) sehingga memudakan peradangan, kemaluannya belum ditumbuhi rambut yang berfungsi sebagai pelindung, letak lubang kemaluan dan anusnya masih sangat dekat sehingga mudah terkontaminasi bakteri atau kotoran dari anus.

Faktor dari luar adalah infeksi dari bakteri, parasit, jamur, dan cacing. Penyebab lainnya adalah kondisi non-infeksi (yang paling sering terjadi) dan disebabkan oleh :

cebok yang tidak bersih. Pada anak 11 tahun umumnya tidak mau lagi diceboki namun cebok yang mereka lakukan belum bersih sehingga mudah menjadi infeksi yang berujung pada keputihandaerah sekitar kemaluan yang lembab. Umumnya setelah BAK atau BAB anak kecil tidak pernah mengeringkan daerah kemaluannya sehingga celana dalamnya basah dan menjadi lembab. Hal ini memudahkan terjadi iritasiduduk dan jongkok sembarangan di tanah atau lantai sehingga memudahkan bakteri atau jamur masuk ke kemaluanmanahan BAK karena asik bermain sehingga tanpa disadari air seni menjadi menetes dan memudahkan terjadi iritasi, lembab, dan gatalmenggaruk daerah kemaluan dnegan tangan yang kotor sehingga memudahkan infeksiApabila memang tidak ada keluhan dari anak dan keputihan seperti yang saya gambarkan di atas (normal) maka hal tersebut tidak apa-apa. Yang perlu diperhatikan adalah mengajari anak untuk menjaga kebersihan daerah kemaluannya untuk mencegah keputihan.

Ajarkanlah ia cara cebok yang benar, mengeringkan kemaluannnya, sering mengganti celana dalamnya bila lembab, dan jaga kebersihan dari tangannya (jangan suka menggaruk kemaluan bila tangan kotor). Dengan menerapkan pola kebersihan daerah kemaluan maka keputihan akan berangsur-angsur menghilang. Namun apabila memang terdapat keluhan, maka saya sarankan agar ibu membawa anak ibu ke dokter spesialis kebidanan untuk diberikan obat sesuai dengan penyebab dari keputihan.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Keputihan pada anak. Semoga bermanfaat untuk Anda.

0 Komentar

Belum ada komentar