Sukses

Pengobatan Hepatitis B

19 Jul 2018, 21:19 WIB
Pria, 22 tahun.

Malam dok, saya mau tanya. Apa yg harus saya lakukan jika setelah pemeriksaan darah hasilnya hbsag+ antihbs- SGPT 47U/L SGOT 41U/L Apakah saya harus diobati? Sedangkan saya sehat2 saja. Dan tidak terbaring lemas. Semua gejala pennyakit hepaB tidak saya rasakan.

Terima kasih telah bertanya tentang pengobatan hepatitis B melalui fitur Tanya Dokter. 

Pengobatan hepatitis tergantung kondisi virus hepatitis dalam tubuh Anda. Selain itu setelah diobati pun masih ada kemungkinan marker atau petanda hepatitis masih terdapat dalam darah penderitanya. Pengobatan untuk hepatitis B kronik mencakup pemberian antiviral seperti lamivudine dan interferon alpha. Namun, sebelum diberikan pengobatan, diperlukan pemeriksaan serologi hepatitis B yang lengkap, misalnya kadar HbeAg dan HBV-DNA serta fungsi hati (SGPT dan SPOT). Hal tersebut bertujuan untuk menilai apakah Anda memiliki indikasi untuk diberikan terapi antiviral, dan untuk memantau perkembangan penyakit setelah diberikan obat.

Anda juga harus berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis ilmu penyakit dalam divisi hepatologi karena pengobatan untuk hepatitis B tidak sederhana.

Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan Dokter secara rutin.

Karena virus ini akan terus terbawa seumur hidup dalam tubuh seorang carrier, berikut adalah beberapa tips yang hendaknya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari:

1. Jaga kesehatan

Kunjungi Dokter secara teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah, pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2bDiskusikan dengan Dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hatiTidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hatiTidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain yang juga merusak hatiVaksinasi hepatitis A2. Jaga diri agar tidak menginfeksi orang lain

Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi Anda, dan bukan suatu masalah untuk berbagi makanan bersama.Carrier wanita yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran)Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksualTidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dan lain sebagainyaTidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma3. Bagi keluarga

Vaksinasi hepatitis BTidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dan sebagainyaTutup semua luka dengan bandageCuci tangan, terutama setelah menyentuh darahBersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir cairan pemutih dalam satu galonair) untuk mematikan virus hepatits B.Diperlukan toleransi dan kerjasama yang baik antara carriers dan kontak dekatnya sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara keduanya. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat mencegah kerusakan hati dan proses transmisi virus hepatitis B.Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai pengobatan hepatitis B. Semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar