Sukses

Keratosis Pilaris
17 Jul 2018, 10:53 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok saya punya penyakit kulit keratosis pilaris. saya udah capek pakai obat ini dan itu. tidak kunjunh hilang. tp akhir2 ini semakin banyak. apa yg membuatnya bisa makin banyak dok?

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.

 

Keratosis pilaris (KP) merupakan kelainan kulit jinak yang terjadi karena sumbatan folikel rambut oleh keratin yang berakibat terbentuknya papul keratotik. KP sendiri merupakan penyakit kulit keturunan dan berhubungan dengan kulit kering. KP umum terjadi di masa anak-anak, menjadi semakin banyak di kala pubertas, dan perlahan menghilang di kala dewasa. KP tidak berbahaya dan tidak infeksius. Tidak ada terapi yang memuaskan untuk menghilangkan KP. Penggunaan krim yang mengandung asam salisilat, asam laktat, dan atau urea cukup efektif.

Yang dapat Anda lakukan adalah mengurangi salah satu faktor risiko untuk mencegah kekambuhannya, yaitu mengurangi atau mengatasi kondisi kulit yang kering dengan cara menggunakan sabun yang tidak terlalu asam, pakai pelembab secara teratur (2x/hari), dan mandi air hangat, bukan air panas karena air panas akan menghilangkan kelembaban alami di kulit. Apabila KP sudah menghilang maka perlahan-lahan bekasnya juga akan menghilang. Hal tersebut dapat dibantu dengan krim retinoid atau salisilat atau bahan yang mengandung peeling dalam kadar sedang. Untuk lebih dalam, Anda dapat berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin.

Umumnya keratosis pilaris ini muncul pada orang-orang yang memiliki bakat atopi (alergi).

Langkah terapi yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi jerawat, memperbaiki tekstur kulit dan kondisi kulit secara umum adalah sebagai berikut :

  • Krim Pengelupas

Krim yang mengandung alpha-hydroxy acid, lactic acid, glycolic acid, salicylic acid atau pelembab dengan kandungan urea dapat menghaluskan kulit serta menghilangkan lapisan sel mati. Beberapa jenis krim ini harus menggunakan resep Dokter, karena kandungan asamnya dapat membuat kulit teriritasi, panas dan kemerahan. Krim ini tidak direkomendasikan untuk anak kecil.

  • Retinoid Topikal

Sebagai senyawa turunan dari vitamin A, retinoid bekerja dengan memicu pergantian sel dan mencegah penyumbatan folikel rambut. Kendati efektf, pilihan terapi ini membuat kulit teriritasi, kering, kemerahan dan mengelupas, serta tidak aman untuk ibu hamil / menyusui.

  • Terapi Laser

Terapi ini dilakukan dengan menyinari bagian kulit yang terkena dengan sinar laser. Efektifitas akan terlihat dalam beberapa bulan.

Perlu diketahui bahwa terapi keratosis pilaris harus dilakukan secara rutin, apabila langkah terapi dihentikan maka folikel rambut akan kembali tersumbat. Kami sarankan Anda untuk konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin agar tata laksana yang dilakukan dapat terus terpantau.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar