Sukses

Konsumsi Kedelai

16 Jul 2018, 12:26 WIB
Pria, 23 tahun.

Halo dok,saya mau menggunakan kacang kedelai sebagai sumber protein pengganti daging,apakah boleh saya mengkonsumsi kedelai 100g/hari dalam jangka panjang.

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Konsumsi Kedelai melalui fitur Tanya Dokter.

Produk-produk yang dibuat dari kedelai, termasuk susu kedelai mengandung fitoestrogen yang dikenal dengan nama isoflavone. Isoflavone yang merupakan antioksidan justru berperan dalam mencegah penyakit kanker, seperti kanker payudara, usus, prostat, dan kulit.

Isoflavone ini terdapat dalam berbagai bentuk dan akan memberikan efek yang berbeda-beda. Sebagian isoflavone akan memberikan fungsi yang menyerupai hormon estrogen di dalam tubuh, namun efek yang dihasilkan sangat rendah jika dibandingkan dengan hormon estrogen asli di dalam tubuh. Sementara sebagian isoflavone lainnya akan bekerja sebagai antiestrogen yang akan menghambat aktivitas hormon estrogen dalam tubuh.

Dampak susu kedelai khususnya pada wanita disimpulkan beberapa penelitian, dimana konsumsi susu kedelai dalam dosis tinggi dapat memperpanjang siklus menstruasi, menurunkan hormon FSH (Follicle-stimulating hormone) dan menurunkan hormon LH (luteinizing hormone). Bagi wanita-wanita yang memang bermasalah dengan kesuburannya, perubahan keadaan hormon ini dapat mempersulit kesempatan untuk hamil. Namun dosis tinggi yang dapat menimbulkan efek seperti ini adalah setara dengan 3 gelas susu soya selama sebulan (mengandung 60 gram protein soya yang setara dengan 45 mg isoflavone). Dalam keadaan normal, pada umumnya orang tidak akan mengkonsumsi susu soya sebanyak itu.

Walaupun kedelai mengandung banyak nutrisi baik yang berguna untuk kesehatan, seperti menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh dan merupakan pengganti susu sapi yang baik (bagi penderita alergi susu sapi). Namun Pria sekiranya harus berhati-hati bila terlalu sering / rutin atau banyak mengkonsumsi kedelai.

Pasalnya kandungan phytoestrogen pada kedelai dapat menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan hormone testoteron (hormone pria).

Penelitian terhadap pejantan hewan-hewan juga telah banyak dilakukan, baik dari belalang sampai dengan cheetah. Dari penelitian-penelitian tersebut didapati bahwa kedelai mengakibatkan para pejantan ini kurang percaya diri, kurang agresif, hasrat seksual menurun, dan jumlah sperma pun berkurang.

Dampaknya pada manusia terlihat lebih lambat daripada pada hewan. Tapi tetap saja berdampak negatif jika kedelai secara rutin diberikan pada pria.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Konsumsi Kedelai. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar