Sukses

Kesulitan Berjalan Setelah Stroke

15 Jul 2018, 17:39 WIB
Pria, 45 tahun.

Dok, saya mau bertanya tentang kaki Ibu saya. Ibu saya usia sekarang 73 tahun, beberapa tahun lalu kena stroke sumbatan darah di kepala. Sempat beberapa bagian tubuh kanannya lumpuh tapi berangsur-angsur sekarang membaik tapi tidak kembali normal lagi seperti sedia kala. Itu sudah patut saya syukuri kepada Tuhan. Saat ini Ibu saya jalannya masih susah, tangan kanannya masih sulit digunakan tapi kami masih lakukan fisioterapi sampai sekarang. Ada satu hal yang mencemaskan saya, yaitu perihal lutut kaki Ibu saya yang makin lama makin terlihat bentuknya jadi seperti hurux X. Saya sempat browsing dan saya ketahui bahwa ini namanya knock knee, valgus. genu valgum. Apakah dokter ortopedi bisa membantu mengatasi kaki X ini? Kalau saya lagi menemaninya berjalan bersamanya, tampak sekali dia kesulitan berjalan, kakinya dia seret-seret entah karena bekas dia kena stroke atau karena bentuk penampang kaki di lututnya yang makin terlihat sekali bentuk X nya. Adakah pengobatan untuk meluruskan kembali tungkai kaki dan betisnya atau mesti dilakukan tindakan operasi pada tempurung lututnya? Mohon informasi dan masukan dari dokter ortopedi yang ada di KlikDokter ini. Salam, Budi

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com, 

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai stroke yang dialami oleh ibu Anda. Stroke terbagi dua, yaitu stroke perdarahan (hemoragik) dan non-perdarahan (non-hemoragik). Stroke non hemoragik terjadi akibat sumbatan pembuluh darah yang mempendarahi otak, sedangkan stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah. Gejala yang muncul tergantung pembuluh darah mana yang terkena, karena tiap-tiap pembuluh darah mempendarahi bagian otak yang berbeda. 

Secara umum, otak besar terdiri dari dua belah, yang kiri mengontrol sisi tubuh kanan, dan sebaliknya. Selain itu, pemulihan pada lengan dan tangan juga membutuhkan waktu yang lebih lama karena fungsinya melakukan aktivitas yang membutukan skill dengan gerak-gerak halus, berbeda dengan tungkai yang memiliki gerak-gerak kasar – untuk berjalan, duduk, dsb. Secara umum pemulihan fungsi motorik pada pasien pasca serangan stroke berlangsung cepat selama 3 bulan, sebelum akhirnya melambat – bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Proses rehabilitasi untuk mengatasi gangguan fungsi dan keterampilan yang ditimbulkan akibat stroke terdiri dari (Tergantung kebutuhan masing-masing pasien), namun dari yang kami lihat ibu Anda memerluka terapi fisik, berikut penjelasannya:

terapi fisik - belajar berjalan, duduk, berbaring, perubahan dari satu gerak ke gerak lainterapi okupasi - belajar makan, minum, menelan, berpakaian, mandi, membaca, menulis, buang airterapi wicara - belajar keterampilan bahasa dan komunikasi. Komunikasi non-verbal dengan bahasa tubuh dapat diterapkan sebelum dapat  menggunakan komunikasi verbal (berbicara)terapi psikologis/psikiatrik - untuk membantu meringankan stres mental dan emosional (seperti depresi) yang umumnya menyertai penderita stroke. Keadaan ini bisa timbul baik sebagai akibat lokasi kerusakan otaknya atau sebagai bentuk reaksi penderita terhadap stroke.

Selain itu, tentunya ibu Anda harus meminum secara teratur obat-obat yang diberikan oleh dokter dan kontrol teratur. Untuk kembali dapat berjalan, ibu Anda harus memiliki kemauan kuat untuk terus berlatih. Latihan ini dapat pula diawasi oleh ahlinya, yaitu fisioterapis. 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar