Sukses

Pengobatan Diabetes
13 Jul 2018, 19:55 WIB
Pria, 42 tahun.

saya penderita DM 2 dan dari resep dokter saya diberikan : pagi TRAJENTA DUO 1000/2.5 siang FORXIGA 10 MG malam TRAJENTA DUO 1000/2.5 semuanya diminum sehabis makan. pertanyaan saya, jika dipakai resep tsb dalam jangka waktu panjang/selama nya seumur hidup, apakah aman dok? apakah ada side effect yg bisa menyerang ke organ lain? mohon saran. terima kasih. salam, yulisa

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah bertanya tentang pengobatan diabetes menggunakan layanan tanya dokter

Menurut American Diabetes Association (ADA) 2005, Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (glokosa darah tinggi) yang terjadi karena kelainan pengeluaran hormon insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes melitus ditegakkan berdasarkan adanya gejala klasik DM  (banyak makan, banyak minum, sering kencing malam hari) dan pemeriksaan kadar gula darah > 200 mg/dl, seperti yang terjadi pada suami ibu. Penggunaan obat diabetes berguna menurunkan gula darah yang akan menurunkan komplikasi diabetes, justru jika gula darah tidak terkontrol akan meningkatkan risiko komplikasi.

Tujuan penatalaksanaan DM adalah menghilangkan keluhan dan tanda akibat DM, mencapai target pengendalian glukosa darah, dan mencegah timbulnya komplikasi kesehatan akibat DM. Pilar penatalaksanaan DM terbagi atas 4 :

Edukasi atau pemberian pengertian untuk pasien dan keluarga mengenai penyakit DM. Di dalam edukasi juga ditekankan perubahan perilaku untuk hidup lebih sehatTerapi gizi medis merupakan prinsip pengaturan makan bagi pennyandang DM berdasarkan kebutuhan kalori dan aktivitasLatihan jasmani teratur 3-4 kali/minggu selama kurang lebih 30 menitIntervensi farmakologis atau obatSeperti layaknya urutan diatas, pemberian obat merupakan kriteria terakhir dari penanganan penyakit DM.  Pengelolaan DM dimulai dengan pengaturan makan dan latihan jasmani selama beberapa waktu (2-4 minggu). Apabila kadar glukosa darah belum mencapai sasaran, dilakukan intervensi farmakologisdengan obat hipoglikemik oral (OHO) dan atau suntikan insulin.

Pada kasus suami ibu, kadar gula darah > 400 mg/dl umumnya memerlukan perawatan di rumah sakit dengan terapi suntikan insulin. Ketika kadar gula sudah berada < 200 mg/dl, terapi insulin akan diubah menjadi obat hipoglikemik oral (OHO). Yang kemudian dilakukan adalah mencoba mencari dosis pengendalian obat agar kadar gula darah terkontrol. Evaluasi 2-4 minggu umumnya diperlukan setiap kali dosis obat berubah. Mungkin saja apabila suami ibu mengikuti diet DM dengan baik, berolahraga secara teratur, suatu saat nanti suami ibu tidak akan memerlukan obat oral DM untuk mengendalikan kadar gula darahnya.

Terapi untuk DM selalu dimulai dengan nonmedikamentosa yaitu pengaturan makan dan olahraga. Apabila dengan kedua hal diatas kadar gula darah sudah terkontrol, maka tidak diperlukan obat untuk mengendalikannya. Seperti yang saya sebutkan diatas, apabila tidak terkendali dengan diet DM dan olahraga, barulah obat dipergunakan. Ibu dapat membaca lebih lanjut mengenai Diabetes Melitus pada Rubrik Diabetes kami di URL link :

http://diabetes.klikdokter.com/

Sekian, semoga dapat menjawab pertanyaan ibu.

0 Komentar

Belum ada komentar