Sukses

Penyebab Nyeri Dada Saat Marah
13 Jul 2018, 19:38 WIB
Pria, 46 tahun.

Dok, saya mau tanya kenapa setiap kali saya marah pasti dada sebelah kiri saya sakit . Dan juga tumbuh benjolan pas di punggung belakang kiri saya. Apakah memang btul itu pnyakit jantung? kalo iya saya mau minta solusi cara Menyembuhkannya atau meredakannya

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Keluhan nyeri di dada dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan kulit, otot, tulang, paru-paru, saluran pencernaan, atau jantung. 

Nyeri karena masalah otot dan tulang biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri seperti ini membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.

Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.

Nyeri karena saluran pencernaan di daerah dada biasa berhubungan dengan organ lambung (maag) atau esofagus (kerongkongan). Bisa juga menimbulkan rasa asam atau pahit di mulut, dan nyeri ulu hati. Nyeri ini dapat berkurang dengan pemberian obat lambung atau maag.

Nyeri dada bisa juga disebabkan oleh masalah psikologis, tetapi ini baru dipikirkan bila masalah-masalah lain sudah bisa disingkirkan.

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. Bagaimana dengan keluhan Anda? 

Untuk memastikan penyebab dari keluhan Anda, kami sarankan agar Anda berkonsultasi lebih lanjut secara langsung ke dokter agar dapat dilakukan wawancara medis yang lebih mendetil dan pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan stress test bila perlu. Dengan demikian dapat ditentukan penyebab pastinya dan segera mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar