Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Mempertahankan Kehamilan Setelah Perdarahan
13 Jul 2018, 18:03 WIB
Pria, 29 tahun.

selamat sore dr mohon maaf sebelum nya, saya ingin menanyakan sesuatu.. istri saya skrg hamil skitar 21 minggu.. beberapa hari yg lewat istri saya mengalami kram di perut seperti mau buang air besar tp saat k kamar mandi tidak kunjung bisa. akhir nya istri saya jongkok dan tiba kelauar akhir di vagina nya, jumlah lumayan banyak, setelah itu keluar darah.. saat d bawa krumah sakit kata dr ketuban pecah dan kmgkinan janin utk dpertahankan tidak smpai 30% wlauapun ditambah air ketuban. dr mnyuruh untuk mengeluarkan janin untuk kslamatan.. apakah gak ada cara lain yg bisa mempertahankan janinnya dok

Terima kasih telah bertanya seputar mempertahankan kehamilan setelah perdarahan menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda pada saat ini. Kehamilan memang sering disertai masalah pencernaan seperti konstipasi/sembelit (hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan BAB akibat tinja yang keras disertai dengan nyeri pada perut.), heart burn (sensasi rasa panas atau rasa tidak nyaman yang dirasakan dibalik tulang dada atau tenggorokan atau keduanya), kembung, bersendawa, dan buang gas. Hal ini berkaitan dengan peningkatan hormon progesterone yang merelaksasikan otot polos di seluruh tubuh, termasuk saluran cerna. Ini mengakibatkan makanan akan melewati usus dengan lambat. Selain itu saat ukuran rahim semakin besar, rahim menekan rektum (bagian usus paling bawah tempat sisa makanan dikumpulkan). Beberapa penelitian mengatakan, asupan zat besi dalam jumlah yang banyak dapat memperburuk sembelit.

Sembelit atau konstipasi memang sering terjadi selama kehamilan. Akan tetapi tidak semua ibu hamil akan mengalami sembelit. Beberapa penelitian menyebutkan setengah dari populasi ibu yang hamil mengalami sembelit, tetapi ada juga yang tidak mengalami keluhan ini. Selama tidak ada keluhan lain yang berarti dan pada pemeriksaan kehamilan tidak didapatkan kelainan apapun, Anda tidak perlu khawatir. Perhatikan asupan cairan Anda, pastikan Anda selalu minum air putih dalam jumlah cukup dan perbanyak makanan berserat seperti sayur dan buah. Konsumsi makanan yang bergizi seimbang. Jangan lupa selalu lakukan pemantauan rutin terhadap janin dan kehamilan Anda.

Keguguran adalah kematian janin dalam kandungan sebelum usia 20 minggu kehamilan. Hal ini merupakan masalah dalam kehamilan yang sering menjadi momok bagi wanita yang sedang hamil. Bagaimana Anda mengetahui bahwa istri Anda keguguran bila tanpa pemeriksaan? Bagaimana darah yang keluar pada keguguran tersebut?

Keguguran dapat dibagi menjadi beberapa jenis dan diperlukan pemeriksaan dokter untuk memastikan keguguran apa yang dialami oleh istri Anda. Penangan yang akan dilakukan pun akan berbeda sesuai dengan jenis keguguran yang mungkin terjadi.

Gejala dari keguguran dapat berupa:

  • Kram dan nyeri perut pada perut bagian bawah
  • Keluar cairan dari vagina
  • Keluar jaringan dari vagina
  • Tidak lagi mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti mual

Dalam dunia medis, dokter menggunakan istilah berikut untuk mendeskripsikan jenis-jenis keguguran:

Threatened miscarriage

Ini adalah kondisi di mana wanita hamil mengalami keluar darah dari vagina, tetapi tidak menunjukkan gejala-gejala keguguran yang lain. Serviks masih tertutup dan ukuran rahim sesuai dengan usia kehamilan. Apabila usia kehamilan sudah cukup minggu, detak jantung janin sudah bisa terdeteksi.

Pada banyak wanita yang mengalami keguguran jenis ini, darah akan berangsur-angsur berhenti keluar. Kehamilan pun dapat diteruskan sampai waktu melahirkan. Namun, perdarahan dapat terjadi lebih hebat dan memicu keguguran.

Inevitable miscarriage

Ini adalah keguguran yang tidak dapat dihindari karena serviks sudah terbuka, perdarahan bertambah banyak, dan pasien juga mengalami kram perut.

Incomplete miscarriage

Keguguran tidak lengkap berarti pasien sudah mengeluarkan jaringan janin dari rahim, tetapi masih ada jaringan yang tersisa di dalam rahim. Biasanya, yang luruh adalah janin. Sedangkan bagian yang tersisa di dalam rahim adalah bagian dari plasenta. Serviks tetap terbuka dan perdarahan yang terjadi cukup banyak.

Complete miscarriage

Apabila seluruh jaringan kehamilan seperti janin dan plasenta sudah luruh, inilah yang disebut sebagai keguguran komplet. Keguguran ini umum terjadi pada kehamilan dengan usia di bawah 12 minggu.

Setelah keguguran terjadi, pasien akan tetap mengeluarkan darah dan merasakan kram perut, tetapi kedua hal ini akan membaik dengan sendirinya. Pada saat pemeriksaan USG, akan terlihat serviks sudah menutup kembali dan tidak terlihat adanya kantung kehamilan.

Pengobatan

Sayangnya, tidak ada metode medis apa pun yang dapat menghentikan proses terjadinya keguguran. Saat proses tersebut dimulai, ada beberapa opsi yang dapat dilakukan tergantung pada tingkat proses keguguran, kondisi pasien, dan faktor lainnya.

Opsi-opsi tersebut adalah:

Observasi

Penanganan untuk wanita yang mengalami keguguran pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu, memiliki tekanan darah yang normal, dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi umumnya tidak membutuhkan pengobatan atau tindakan kuret.

Dengan berjalannya waktu, seluruh jaringan akan keluar secara alami dari rahim. Proses ini bisa memakan waktu sekitar 3-4 minggu. Saat proses selesai, dokter akan melakukan USG untuk memastikan rahim sudah bersih.

1. Obat-obatan

Pada beberapa kasus, obat-obatan dapat diberikan untuk menstimulasi rahim mengeluarkan sisa jaringan kehamilan. Obat-obatan ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau obat yang dimasukkan ke vagina. Umumnya, obat akan efektif dalam waktu 24 jam.

2. Operasi

Metode operasi yang dimaksud adalah prosedur kuret. Metode ini dilakukan dengan melebarkan serviks dan menggunakan alat untuk mengeluarkan sisa jaringan dari dalam rahim. Prosedur kuret perlu dilakukan secepatnya pada pasien yang mengalami perdarahan parah atau terdapat gejala infeksi. Risiko dari prosedur ini adalah jaringan serviks dan dinding rahim dapat terluka.

Demikian informasi seputar mempertahankan kehamilan setelah perdarahan yang dapat kami berikan . Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

1 Komentar

  • dewijunita

    hai dok saya dewi, saya pernah mengalami keguguran 3 kali yg anak kedua anak saya meninggal dlm kandungan usia kandungannya hmpir 7 bln dan yg ketiga saya mengalami pendarahan yg cukup lumayan dan keluar dngan sendirinya, oh ya dok skrng sepertinya saya seperti tanda" hamil agak mual sedikit. bagaimana yah dok menjaga kandungan saya agak tdk keguguran lgi?trimaksih dok