Sukses

GERD dan Nyeri Dada

12 Jul 2018, 08:44 WIB
Wanita, 23 tahun.

Selamat sore dokter , saya mau tanya sudah 2 bulan ini saya terkena Gerd. Yang saya rasakan napas saya terasa berat jika perut saya kosong bahkan jika setelah makan saya juga sering merasa napas saya berat. Nah sudah 2 hari ini dada sebelah kiri bagian atas terasa sakit dokter , apakah itu ada hubungan nya dengan Gerd yang saya derita ? Karena pada saat makin di tekan dada saya makin terasa sakit , dan pada saat dada saya sakit saya selalu takut cemas dan khawatir bahkan keringat dingin. Di saat saya menggerakan badan atau memalingkan badan ke belakang arah ke kiri bagian dada saya juga terasa sakit dokter , kadang berbunyi “krek” , apakah itu ada hubungan nya dengan penyakit jantung ? Saya wanita , umur 23 tahun. Setiap saya periksa tensi saya selalu 100/70 100/80 selalu seperti itu , tolong jawaban nya dokter. Karena saya sangat takut .

Terima kasih telah bertanya seputar GERD dan Nyeri Dada menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Nyeri dada dan sesak nafas memiliki beberapa penyebab, bisa dari otot, tulang, jantung, paru dan lambung. Untuk menentukannya diperkukan pemeriksaan fisik langsung. 

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERDBerhenti merokokPasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:nitrat, anti-kolinergik, antidepresan tricyclic, NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb), kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronateNamun, tentu ini bukanlah diagnosis pasti, hanyalah sebuah kemungkinan, karena diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan oleh seorang dokter yang melakukan pemeriksaan langsung. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, kami menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam, berhubung masih ada beberapa penyebab keluhan sesak dan nyeri dada.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Nyeri Dada dan GERD. Semoga bermanfaat untuk Anda. 

    0 Komentar

    Belum ada komentar