Sukses

Hasil Lab HbSAg Positif

11 Jul 2018, 20:58 WIB
Pria, 24 tahun.

Halo dok, saya mau tanya istri saya mengidap hbsag positif dengan kadar kuantitatif >60 kemudian hasil SGOT nya 14,81 dan SGPT nya 10,00 itu maksutnya bagaimana? Dan apakah itu tinggi dok Terima kasih

Terima kasih telah bertanya seputar Hasil Lab menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan baik kerusakan fungsi hati secara akut maupun kronis.  Nilai normal SGPT adalah 0-35 u/L, sedangkan nilai normal SGOT adalah 3-45 u/L. Namun terdapat sedikitvariasi dari nilai normal dan sangat tergantung dari laboratorium tempat pemeriksaan. Berdasarkan nilai rujukan tersebut, hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT Anda masih dalam batas normal. Namun, hasil SGOT dan SGPT yang normal belum tentu menandakan bahwa Anda bebas dari penyakit hati.

Jika HbsAg dinyatakan reaktif, maka saat ini Anda sedang terinfeksi oleh hepatitis B. Namun untuk mengetahui virus sedang aktif atau tidak ada beberapa pemeriksaan lain seperti HbeAg ataupun HBV DNA serta pemeriksaan enzim hati seperti SGOT dan SGPT.

Untuk mengetahui status penyakit hepatitis B pada Anda maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut. Sekilas izinkan kami menjelaskan mengenai penyakit Hepatitis B.

Hepatitis (radang pada hati) B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

Kontak langsung darah dengan darah

Hubungan seksual yang tidak aman

Penggunaan jarum suntik tidak steril

Tertusuk jarum suntik yang terinfeksi

Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing

Pada saat kehamilan, penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan

Penggunaan pisau cukur bersama

Tranfusi darah

Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan dokter secara rutin.

Pada 5-10% orang dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan 'membawa' atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya, yang kemudian disebut hepatitis Bcarriers. Hepatitis B memiliki 4 fase untuk menjadi Hepatitis B kronik yaitu:

Fase toleransi imunitas (immune tolerance phase)

Fase pembersihan imunitas (immune clearance phase)

Fase kontrol imunitas (immune control phase)

Fase penurunan imunitas (immune escape phase)

Selama fase satu dan tiga, umumnya pasien tidak memiliki keluhan dan disebut dengan 'inactive carriers'. Bagaimanapun juga, orang tersebut umumnya tidak dapat bertahan selamanya di dalam fase ini, mereka akan berpindah fase dan selalu memiliki risiko untuk terjadinya kerusakan hati progresif dan pembentukan sirosis hati (pengecilan hati).

Pasien pada fase 1 dan 3 umumnya tidak diberikan terapi karena berdasarkan penelitian, pemberian antivirus tidak ada bedanya dengan plasebo. Pasien dengan fase 2 dan 4 akan diberikan terapi antivirus. Yang diperlukan pada pasien carriertanpa gejala adalah follow-up atau kunjungan ke dokter secara reguler untuk memastikan fase yang terjadi dan perlu tidaknya terapi. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

Menjaga kesehatan carriers

Mengunjungi dokter teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah dan pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b.

Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati.

Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati

Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain.

Vaksinasi hepatitis A.

Menjaga diri carriers dari menginfeksi orang lain

Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisicarriers, bahwa tidak masalah untuk berbagi makanan bersama.

Carrier yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran).

Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual

Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dsb.

Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma

Untuk mereka yang memiliki kontak dekat dengan carriers.

Memeriksakan diri ke dokter untuk tes hepatitis B

Vaksinasi hepatitis B

Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dsb

Tutup semua luka dengan bandage

Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah

Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir pemutih dalam satu galon air) untuk mematikan virus hepatits B.

Namun, pada kebanyakan orang dewasa yang terinfeksi virus hepatitis B akut, tubuh akan menghilangkan virus ini dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan dan akan meningkatkan daya tahan tubuhnya sendiri untuk melawan virus ini pada orang dewasa. Setelah mereka sembuh, mereka tidak dapat terinfeksi oleh virus hepatitis B lagi (sudah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B). Namun, tetap berisiko terkena hepatitis jenis lain. Untuk mengetahui hal ini, diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah penderita telah sembuh dari hepatitis B akut atau berlanjut menjadi hepatitis B kronik.

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

    1 Komentar

    • Fajar Cjdw

      Lantas apabila nilai rujukan dari SGOT itu <31 dan SGPT <39 itu maksutnya bagaimana apakah masih normal atau tinggi dok