Sukses

Penyebab Migrain

11 Jul 2018, 13:48 WIB
Pria, 25 tahun.

Salam... Saya mau tanya mengenai kondisi saya. Sebelumnya saat ini sudah berusia 25 tahun. Saya pernah pengalaman kecelakaan ketika masih duduk di kelas 1 sekolah dasar. Kecelakaan tersebut membuat kaki saya cedera yaitu tulang kering kaki kanan saya patah karena sepeda motor yang menabrak saya sempat menggilas kaki tersebut. Saat itu, dokter menyarankan untuk diamputasi, namun orangtua saya tidak mengizinkan dan kemudian saya menjalani pengobatan tradisional. Pengobatannya berlangsung lebih kurang 6 bulan dan saya sempat menggunakan bantuan tongkat hingga kelas 3 sekolah dasar. Alhamdulillah, kondisi kaki saya baik-baik saja, namun tulang patah tersebut tidak menyatu lagi, melainkan hanya lengket satu sama lain degan saling tindih. Saat ini saya dapat beraktifitas dengan lancar. Akan tetapi, setiap bulan akan terasa sakit di bagian patah tersebut. kaki saya juga sering keram seperti tertarik urat. Selain kaki yang patang, kepala saya mengalami benturan keras ke aspal. sehingga di bagian kanan kepala saya ada luka yang besar sehingga harus di jahit dan jahitannya berbekas hingga sekarang serta dibagian tersebut tidak lagi tumbuh rambut. penuturan guru dan keluarga, IQ saya menurun setelah kecelakaan tersebut. Sebelumnya saya termasuk anak yang cerdas, setelah kecelakaan banyak pelajaran dan hafalan saya yang hilang. Semenjak saat itu, saya sering migren terutama di kepaa bagian kiri, padahal yang luka sebelah kanan. Ketika migren, rasanya seperti kepala saya membesar dan mengecil seperti denyut kepala kebentur di film kartun. Sakit kepala itu sering menjalan hingga ke gigi dan alis. Terkadang juga, mata kiri saya suka berair sendiri seperti menangis. Migren saya tidak bisa hilang dengan dibawa tidur, jadi saya mengonsumsi obat bodrex migran hanya ketika migren itu datang. Selain itu, saya terkadang sering merasa nyeri di ulu hati secara tiba-tiba dan tidak sanggup gerak, lebih kurang 1 menit. Saya juga sering merasakan adanya kedutan walaupun tidak lama lebih kurang 1 menit. Terkadang juga merasakan nyeri di bagian kemaluan serta di perut bawah. Saya juga megalami kerontokan yang sangat berat. Saya memiiki tubuh yang bisa dikatakan obesitas dengan tinggi lebih kurang 160, berat badan saya saat ini hampir 90 kg. Saya sadar bahwa hal ini berpengaruh ke kesehatan. Belakangan ini lebih kurang 2 bulan terakhir, migren saya berubah seperti pusing yang berkepanjangan tak berujung. Tidak terasa sakit, tapi rasa pusingnya seperti orang yang mau pingsan, seolah-olah kekurangan darah. Saya juga mulai sering merasakan kesemutan hampir di seluruh bagian kaki dan tangan terutama di bagian telapak. Dulunya, kesemutan hanya terjadi ketika saya diam pada suatu posisi dengan lama, yang setau saya ini disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar karena kegemukan saya. Selain itu, dulunya kesemutan terjadi pada satu bagian kaki dengan waktu yang tidak lama. Saat ini, kesemutan tersebut berlangsung bahkan sedang bergerak dengan waktu yang lama dan tidak terjadi pada keseluruhan bagian tubuh melainkan terjadi seperti titik-titik. Seminggu belakangan ini, kedutan yang saya rasakan meningkatkan dan terjadi sepanjang hari, hampir tanpa henti. Saya sudah mencoba mencari informasi mengenai kondisi saya ini. Dari informasi yang saya dapatkan, saya merasa bahwa saya mengalami kondisi kolestrol tinggi. Akan tetapi, saya tidak yakin dengan infromasi ini karena beberapa gejala yang diinformasikan tidak saya rasakan. Oleh karena itu, menurut dokter, apa yang terjadi pada saya? Apa penyebabnya? Dan apa yang harus saya lakukan? Mohon bantuannya dok dan terima kasih.

Terima kasih telah bertanya tentang penyebab migrain melalui fitur Tanya Dokter

Penyebab migrain atau sakit kepala sebelah, sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar meyakini berhubungan dengan faktor lingkungan dan genetik. Mengenai ada keterkaitan dari virus yang menyebabkan migrain perlu dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut. Oleh karena itu kami sarankan Anda konsultasi dengan dokter spesialis saraf. 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya), adanya scintillating scotoma (sebuah area peralihan parsial dalam lapang pandang yang berkelip-kelip/bergerak-gerak) atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki). Apabila gejala tersebut ada beberapa saat muncul sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura. Migrain yang disertai munculnya aura dinamakan migrain klasik.

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu. Coba untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju, red wine)Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan China dan MeksikoMakanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked beef)Makanan yang difermentasiAlkohol (red wine)Caffeinated (softdrink, teh, kopi)Kami menyarankan Anda untuk berobat ke dokter spesialis saraf untuk memastikan diagnosis Anda. Bila diperlukan, akan dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI kepala. Bila diagnosis sudah pasti, maka dapat ditentukan apakah berbahaya atau tidak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan terkait penyebab migrain. Semoga bermanfaat. 

    0 Komentar

    Belum ada komentar