Sukses

Peningkatan Kadar Kolesterol

09 Jul 2018, 20:09 WIB
Pria, 22 tahun.

Selamat malam dok, Saya ingin bertanya, seminggu yang lalu saya melakukan MCU dan ternyata hasil dari MCU saya menunjukan bahwa nilai SGPT saya tinggi dan juga KOLESTEROL saya tinggi. Padahal saya masih umur 22 tahun berat badan 51, kirakira KOLESTEROL saya akan kembali normal dalam berapa hari dok? Karena ini sangat penting untuk karir saya di perusahaan. Terima kasih

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih telah bertanya menggunakan layanan Tanya Dokter.

Peningkatan SGPT disertai dengan peningkatan kadar kolesterol bisa jadi merupakan gejala awal suatu perlemakan hati, namun diperlukan pemeriksaan lain seperti USG untuk menunjang diagnosis perlemakan hati. Menurunkan kadar kolesterol merupakan salah satu hal yang penting untuk mengatasi perlemakan hati akibat kolesterol. 

Kolestrol merupakan suatu substansi lemak yang berguna untuk mendukung fungsi sel serta produksi hormon. Seperti air dengan minyak, kolestrol di dalam darah tidak dapat bercampur hingga untuk transportnya kolestrol memerlukan “angkutan” yaitu LDL (low density lipoprotein - kolestrol jahat) dan HDL (high density lipoprotein - kolestrol baik). Terlalu banyak LDL dalam tubuh dapat menimbulkan komplikasi berupa plak pada jantung atau organ-organ lain. Trigliserid juga merupakan suatu jenis lemak dalam profil kolesterol Anda. Bagaimana dengan hasil penanda kolesterol lainnya?

Kolesterol yang tinggi disebabkan oleh konsumsi lemak yang tinggi. Hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengubah pola hidup: memakan makanan dengan zat gizi seimbang (jangan mengonsumsi lemak berlebihan), rajin berolah raga atau meningkatkan aktivitas fisik Anda sehari-hari di rumah/kantor, banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Kurangi makanan fast food/ junk food/ gorengan. Bila perlu, dapat diberikan obat kolesterol dan lemak. Contoh obat penurun kolesterol adalah simvastatin, atorvastatin, dan robuvastatin. Contoh obat penyerap lemak adalah orlistat. Namun pemakaian keduanya harus dengan pemantauan dokter karena tentunya memiliki efek samping dan bila pemakaian tidak terkontrol maka akan memberikan efek yang tidak diharapkan.

Makanan yang tinggi akan kolesetrol terutama makanan yang mengandung saturated fat seperti makanan siap saji (seperti chicken nugget, burger, sosis) serta jenis-jenis daging, susu, mentega, roti, hati, beberapa jenis seafood seperti udang, kepiting, oyster, cumi-cumi dan kerang.

Makanan rendah kolesterol diantaranya:

Ikan, unggas (ayam, bebek) tanpa kulit, dan potongan daging yang tidak mengandung lemak. Makanan dimasak dengan cara dibakar, dipanggang, atau direbus lebih baik dari pada digoreng

Hindari makanan jadi seperti sosis, bacon, salami. Batasi jenis makanan jerohan seperti hati, ginjal, otak

Gunakan susu, keju, yogurt rendah lemak. Gunakan margarin yang rendah lemak dibandingkan mentega. Batasi kuning telur, putih telur dapat dimakan bebas

Makan sayuran dan buah potong, serta bahan makanan yang terbuat dari gandum seperti oatmeal, roti gandum

Makanan seperti bawang mentah, salmon, almond, minyak zaitun, alpukat dianjurkan

Banyak makan makanan yang mengandung vitamin C (pepaya, anggur, jeruk, brokoli) dan vitamin E (gandum, almond, kacang tanah)

Seperti yang dijelaskan diatas, dalam batas tertentu kolesterol berguna dalam tubuh untuk membentuk beberapa jenis hormon. Oleh sebab itu kolesterol tidak dapat dihilangkan sama sekali dari tubuh. Yang perlu dilakukan adalah mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga selalu dalam batas normal. 

Berapa lama kolsterol dapat kembali normal sangat tergantung pada berapa kadar kolesterol awal dalam darah, kepatuhan pola makan, olahraga, dan minum obat. jadi sangat bervariasi antara satu individu dengan individu lainnya.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar