Sukses

Sulit Buang Air Besar

09 Jul 2018, 18:12 WIB
Wanita, 18 tahun.

Selamat malam dok ,saya ingin bertanya seputar pencernaan ,jadi gini dok saya tidak mulas kurang lebih seminggu dan itu tidak ada rasa mulas sama sekali dan ingin buang gas pun terasa susah tetapi selama seminggu itu saya takut karena tidak terasa mulas akhirnya saya paksa untuk bab dan itu hanya sedikit serasa belum tuntas, apakah itu tanda sembelit biasa atau mungkin usus buntu ya dok tetapi tidak ada nyeri di bagian perut , mohon penjelasannya ya dok Terimakasih 🙏

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan mengenai Sulit Buang Air Besar.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

 

Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi atau sembelit, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, namun hal tersebut tidak dapat dikatakan tidak normal. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu.

Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu baru dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Sebaiknya bila BAB keras jangan dibuang dengan memaksa / mengedan terlalu keras. Selain iritasi, tekanan yang diberikan saat mengedan dapat menimbulkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di dalam anus, dimana jika tekanan tersebut terlalu keras maka dapat melukai dinding pembuluh darah dan kemudian menimbulkan perdarahan. Kejadian tersebut seringkali dikenal dengan wasir atau hemorrhoid. Perdarahan pada wasir jika tidak terlalu banyak dapat berhenti sendiri, namun jika luka daerah tersebut terlalu luas maka perdarahan dapat sulit berhenti.

Penanganan konstipasi awal yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung. Alternatif lain adalah teh daun jati yang mengandung sennosida yang bersifat memiliki sifat sebagai laksatif alami. Namun bila diminum berlebihan dapat timbul efek samping seperti diare, nyeri/kram perut, atau mual. Karena itu sebaiknya tidak dimunum secara berlebihan.Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja
  • Jangan menunda dilakukannya BAB.
  • Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah dulcolax. Dulcolax berfungsi sebagai stimulasi kontraksi ritmik di usus.

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perbaikan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk ditelusuri lebih lanjut penyebab dan penanganan konstipasi Anda. Konstipasi bisa berhubungan dengan penumpukan cairan yang terjadi di perut Anda, namun bisa juga tidak berhubungan.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai Sulit Buang Air Besar. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar