Sukses

Konstipasi dan BAB Berdarah

08 Jul 2018, 18:00 WIB
Wanita, 17 tahun.

Saya mau tanya dok Sya BAB tidak lancar kandng 2 atau 3 kali sekali, tpi sya juga jrng makan. Pas sya BAB udah 3 kali ini keluar darah dok, pas BAB juga susah, tpi stelah itu tidak sakit dok. Mohon penjelasannya dok

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Sulit BAB karena konsistensinya yang lebih keras disebut juga dengan konstipasi, dalam istilah awam dikenal dengan sembelit. Konstipasi/sembelit adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Konstipasi ini dapat mengakibatkan wasir/hemoroid apabila terus-menerus terjadi. Wasir merupakan pembengkakan dan peradangan akibat pelebaran pembuluh darah vena di daerah anus dan bisa menyebabkan perdarahan saat BAB. Meskipun bukan termasuk penyakit yang akut, rasa nyeri yang diakibatkan wasir sangatlah menganggu.

Gejala wasir meliputi BAB berdarah berwarna merah segar, ada benjolan di anus saat BAB, dan rasa gatal di sekeliling anus. Seorang dengan wasir disarankan untuk memiliki pola makan yang tinggi serat untuk memperlunak konsistensi feses. 

Bila konstipasi yang Anda alami sudah berlangsung lebih dari 3 bulan, kondisi ini disebut dengan konstipasi kronis. Gejala lain dari konstipasi kronis adalah:

BAB kurang dari 3 kali semingguBAB keras atau bergumpal-gumpalHarus mengedan ketika BABTerasa seperti ada sumbatan pada rektum yang menghambat pengeluaran tinjaTerasa seperti tidak bisa mengeluarkan tinja secara tuntasMemerlukan bantuan untuk mengosongkan rektum, seperti menggunakan tangan untuk menekan perut atau jari-jari untuk mengeluarkan tinja dari rektumBila Anda mengalami 2 atau lebih dari gejala-gejala di atas selama 3 bulan terakhir, artinya Anda mengalami konstipasi kronis.Penyebab konstipasi sangat banyak, yaitu:

Hambatan pada kolon/usus besar atau rektum, yang disebabkan oleh fisura ani (lecet/luka pada anus), obstruksi usus, kanker usus besar, striktur usus (penyempitan rongga usus besar), kanker rektum, dan rektokel (kantong rektum membonjol ke arah dinding belakang vagina)Gangguan pada saraf-saraf di sekitar kolon dan rektum, yang terjadi pada neuropati otonom, sklerosis multipel, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, dan strokeGangguan pada otot-otot yang terlibat dalam proses BAB, seperti ketidakmampuan untuk merelaksasi otot-otot panggul yang diperlukan untuk mengeluarkan tinja (anismus), otot panggul melemah atau tidak berkontraksi secara benarKondisi-kondisi yang mempengaruhi hormon tubuh, seperti diabetes, hiperparatiroidisme, kehamilan, dan hipotiroidisme.Selain kondisi-kondisi di atas, hal-hal berikut juga meningkatkan risiko Anda mengalami konstipasi, yaitu:

Usia dewasaSeorang wanitaKurang minum/dehidrasiDiet rendah seratKurang berolahragaMenggunakan obat-obatan tertentu seperti sedatif, narkotik, antidepresan, atau obat-obat penurun tekanan darahMengalami gangguan jiwa seperti depresi atau kelainan pola makanUntuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal, yaitu:

Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung.Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinjaJangan menunda dilakukannya BAB.Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah obat yang mengandung Bisacodyl atau Lactulosa.

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat,

Salam sehat, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar