Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Keluar Cairan Setelah Berhubungan

02 Jul 2018, 10:18 WIB
Wanita, 22 tahun.

Selamat pagi dok. Saya baru saja menikah seminggu yang lalu. Beberapa hari ini setiap selesei berhubungan sama suami, vagina keluar cairan yg baunya menyengat. Dan itu bisa tetep bau sampai seharian. Setau saya kan selama cairan tidak berwarna dan tidak berbau kn masih wajar. Lah ini yg saya alami memang tidak berwarna, bening gitu. Tapi kok berbau ya dok. Saya juga tidak ada keluhan sakit di perut atau dimanapun. Bagaimana ya dok. Saya harus periksa lebih lanjut atau bagaiman? Mohon jawabnya.

Terima kasih telah bertanya tentang keluar cairan berbau setelah berhubungan seksual melalui fitur Tanya Dokter

Keluarnya cairan dari vagina setelah berhubungan intim merupakan hal yang sering terjadi. Saat berhubungan intim, terjadi proses lubrikasi vagina, sehingga cairan lubrikan. Namun cairan normal yang keluar adalah cairan yang bening dan tak berbau.

Selain itu, karena saat mengalami rangsangan seksual dinding vagina menebal, cairan lubrikan tersebut dapat tertahan di dalam vagina sampai beberapa saat setelah hubungan intim selesai. Hal ini dapat menjelaskan keluarnya cairan dari vagina 1 hari setelah hubungan intim.

Apakah keluar cairan berbau hanya terjadi setelah berhubungan? Apakah anda memiliki kebiasaan membersihkan vagina setelah berhubungan? Bagaimana bau cairan yang dimaksudkan tsb? Beberapa data tambahan ini diperlukan untuk menentukan penyebab keluhan anda.

Namun, jika ada perubahan dalam jumlah atau kualitas (warna, bau) cairan yang keluar, apalagi jika disertai oleh timbulnya rasa gatal pada daerah vagina, kemungkinan terdapat infeksi dalam vagina tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya, perlu diketahui karakteristik cairan yang keluar, seperti warna dan baunya.

Keputihan sendiri dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada wanita akibat dari perubahan hormonal ketika menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Apakah selain keputihan Anda merasakan gejala lainnya, seperti:

  • rasa gatal pada kemaluan
  • rasa terbakar pada kemaluan
  • bau amis atau bau ikan busuk pada keputihan
  • keputihan yang bergumpal atau berbusa

Apabila memang ada keluhan seperti yang kami sebutkan di atas maka kemungkinan ini adalah keputihan yang patologis. Keputihan yang fisiologis adalah keputihan yang berwarna bening, tidak terlalu banyak, tidak gatal, tidak berbau, dan tidak panas. Apabila keluhan terus berlanjut, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan terkait keluar cairan berbau setelah berhubungan seksual. Semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar