Sukses

Penyebab Gangguan Siklus Haid

01 Jul 2018, 20:54 WIB
Pria, 15 tahun.

assalamualaikum dok saya mau tanya saya klo haid kok siklus nya selalu cepet ya dok setiap 2 minggu sekali itu normal atau gak dok soalnya saya baru satu tahun dapet haid.terimaksih

Terimakasih telah bertanya tentang gangguan siklus haid menggunakan layanan Tanya DOkter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami menduga Anda saat ini mengalami polimenorea. Polimenorea adalah suatu gangguan pada siklus menstruasi wanita, dimana siklus menstruasi kurang dari 21 hari. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya gangguan pada keseimbangan hormonal atau penyakit polikistik ovarium. 

Penyebab timbulnya menstruasi yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus menstruasi normal sehingga didapatkan menstruasi yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada :

Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertamaBeberapa tahun menjelang menopauseGangguan indung telurStress dan depresi Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)Penurunan berat badan berlebihanObesitasOlahraga berlebihan, misal atlitPenggunaan obat-obatan tertentu, seperti  antikoagulan, aspirin, NSAID, dlldan sebagainyaPada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur). Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan. 

Tujuan terapi pada penderita polimenorea adalah mengontrol perdarahan, mencegah perdarahan berulang, mencegah komplikasi, mengembalikan kekurangan zat besi dalam tubuh, dan menjaga kesuburan. Untuk polimenorea yang berlangsung dalam jangka waktu lama, terapi yang diberikan tergantung dari status ovulasi pasien, usia, risiko kesehatan, dan pilihan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat digunakan untuk terapinya. Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dokter akan melakukan wawancara menyeluruh dan pemeriksaan lengkap untuk mengetahui penyebab dari keluhan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar