Sukses

Korban Bullying

29 Jun 2018, 17:05 WIB
Pria, 21 tahun.

Siang dok, saya mau tanya.. bagaimana cara mengobati kondisi mental anak yang telah menjadi korban Bullying ?

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

Bullying merupakan salah satu kasus yang sering menimpa anak-anak. Meski tampak sepele, ternyata kondisi ini dapat menganggu kesehatan mental anak. Bullying menyebabkan anak menjadi sangat tertekan hingga depresi, dan yang terburuk dapat menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Sebuah penelitian di Kanada mengungkapkan, remaja yang mengalami bullying di masa anak-anak akan cenderung mengalami depresi, dan gelisah. Hal ini pada akhirnya akan membangkitkan keinginan mereka untuk segera mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Selain depresi, bullying dapat menimbulkan trauma seperti yang anda alami. Untuk mengatasinya kami sarankan anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan atau psikiater. 

Berikut cara mengatasi anak menjadi korban bullying :

1. Memahami bullying

Orangtua perlu mengetahui apakah anaknya benar-benar menjadi korban bully atau sesuatu yang buruk tidak sengaja dilakukan oleh temannya. Penggencean sendiri adalah suatu keadaan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh orang lain secara berulang dan dengan sengaja. Berikan pengertian pada anak mana yang benar mana yang salah sehingga mereka tahu kapan meraka di bully dan berhak melaporkan hal tersebut pada guru atau orangtua. Pastikan anak-anak aman dari teman yang mem-bully, serta biarkan mereka tahu apa yang harus dilakukan bila mendapat perlakuan tidak menyenangkan lagi. Tidak ada salahnya memisahkan antara anak dengan teman yang sering menggencet.

2. Jangan dilawan 

Saat orangtua tahu anaknya dipukul atau dibentak atau mengalami hal tidak menyenangkan lain pasti akan merasa sakit hati. Namun bukan berarti orangtua boleh mengajarkan anak melawan temannya yang menggencet dengan hal yang sama. Kekerasan bukanlah jalan keluar.

3. Laporkan

Jika anak masih saja menjadi korban bully, bahkan makin parah, ada baiknya bertemu dengan guru kelas atau kepala sekolah untuk membicarakan hal ini. 

5. Jangan biarkan bullying membuat anda melarang anak sekolah.

6. Bawa anak bertemu psikolog anak jika memang anak terlihat depresi

Demikian, semoga bermanfaat. 

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar