Sukses

Pola Makan untuk Ibu Hamil

28 Jun 2018, 17:17 WIB
Wanita, 23 tahun.

Hallo Dok. Saya mau bertanya , Untuk saya yg baru menikah,dan tgl dtg bulan harunya tgl 15.tapi sudah telat 1 minggu.saya coba pakai 2 tespack dan syukur dua2nya positif dua garis.. Tapi saya belum tau kalau usia kehamilan saya sudah berapa lama, Tidak ada rasa mual2 dan tidak ada bercak darah..hanya saja badan terasa lelah..dan pinggang agak sakit. Apakah itu normal dok? Dan cara tidur ketika lagi hamil itu ada aturannya kah dok? Apa saja yang perlu dihindari ketika hamill? Dalam pola makan dan pekerjaan? Maaf dok ini hamil pertama saya..dan saya belum paham betul akan semuanya.. Makasih sebelumnya dok

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Pola Makan untuk Ibu Hamil melalui fitur Tanya Dokter.

Pada dasarnya, ibu hamil harusmengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang. Perbanyaklah mengkonsumsi sayur dan buah. Ibu hamil terutama membutuhkan asam folat, kalsium dan zat besi. Hal tersebut dapat diperoleh dari sayur berdaun hijau tua, susu, dan daging.

Berikut makanan yang kurang baik untuk dikonsumsi selama kehamilan :

1. Makanan mentah atau setengah matang

Mengkonsumsi sushi, sashimi, daging mentah, sosis, daging cincang, kerang mentah, telur berisiko terkena toksoplasmosis. Toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit yang dapat ditemukan pada daging, tanah, tinja kucing, dan air yang tidak bersih. Toksplasmosis saat hamil dapat menyebabkan keguguran dan kelainan pada janin (hidrosefalus, kebutaan, tuli).

Sedangkan telur mentah atau setengah matang dapat menyebabkan keracunan bakteri Salmonella Enteriditis, gejalanya berupa diare dan muntah. Mayones, mousse, tiramisu, es krim, dan beberapa jenis saus salad juga dibuat dari telur mentah.

2. Keju lunak

Keju lunak dibuat dari keju yang tidak dipasteurisasi dan dapat menyebabkan infeksi bakteri Listeria yang berbahaya bagi ibu dan janin.

Contoh keju lunak adalah:

parmesan,

feta,

blue cheese,

panela dan

mozzarella.

Hindari jenis keju tersebut sekali pun pada kemasan tertulis “sudah dipasteurisasi".

3. Makanan laut yang mengandung merkuri

Makanan laut merupakan sumber protein dan omega-3 yang sangat baik, namun ada beberapa yang berpotensi bahaya karena mengandung merkuri. Ikan yang berukuran besar biasanya memiliki kandungan merkuri lebih banyak. Food and Drug Association menyarankan untuk tidak mengkonsumsi ikan hiu, makarel, ikan todak, tuna, marlin, tilefish, dan swordfish. Namun bukan berarti ibu hamil membatasi makan ikan, yang terpenting adalah memilih jenis ikan.

4. Buah dan Sayuran yang Tidak Dicuci

Cucilah semua buah dan sayur yang akan dikonsumsi untuk mengeliminasi bakteri dan parasit berbahaya (listeria dan toksoplasma).

Terutama untuk:

Jenis kecambah (seperti tauge),kacang-kacangan,dan lobak sebaiknya dimasak hingga matang.

Kurangilah segala risiko yang ada dengan memastikan memasak matang makanan yang ada. (Baca: Cara yang Benar Makan dan Masak Sayuran, Stroberi dan Tomat)

5. Kafein & Alkohol

Kopi, teh, soft drink, minuman berenergi dapat meningkatkan risiko keguguran dan berat badan bayi rendah. Penelitian ini masih kontroversi, namun konsumsi kafein sebaiknya dibatasi tidak melebihi 200 mg/hari. Konsumsi alkohol saat hamil dapat menyebabkan cacat kongenital, kelainan jantung, dan retardasi mental pada janin. Tidak ada dosis alkohol yang terbukti aman dikonsumsi saat hamil. Cara terbaik adalah tidak mengkonsumsinya sama sekali.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Pola Makan untuk Ibu Hamil. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar