Sukses

Setelah Melahirkan Harus Minum Jamu?

28 Jun 2018, 13:09 WIB
Wanita, 20 tahun.

Assalamu alaikum dok.. Saya habis melahirkan tgl 10 kemarin. Apa di haruskan minum jamu dok ? Dan apa benar klo tidak minum jamu di dalem perut akan busuk ? Mohon jawabannya dok Terimakasih

Terima kasih telah bertanya tentang minum jamu setelah melahirkan melalui fitur Tanya Dokter. 

Hal tersebut tidaklah benar. Anda tidak wajib minum jamu setelah melahirkan. Perawatan yang Anda dapat lakukan pasca melahirkan adalah :

1. Bilas / cebok dengan air bersih, atau dapat juga menggunakan cairan antiseptik kewanitaan

2. Cebok satu arah, dari depan ke belakang

3. Jangan menahan kencing

4. Jangan terlalu lama mengganti pembalut

5. Pakailah celana dalam yang kering dan bersih

6. Hindari aktivitas berlebihan saat minggu-minggu pertama pasca melahirkan

Setelah melahirkan vagina akan mengalami beberapa perubahan. Hal tersebut merupakan suatu proses alami tubuh yang terjadi pada hampir setiap wanita. Dan ketahuilah, perubahan yang ada adalah wajar adanya.

Namun demikian, beberapa perubahan tersebut seringkali membuat wanita merasa tidak nyaman. Bahkan pada beberapa keadaan dapat membuat luruhnya kepercayaan diri pada wanita.

Untuk itu, ada baiknya kita mempelajari perubahan vagina yang terjadi setelah melahirkan, serta bagaimana cara menanganinya.

Berikut adalah beberapa perubahan yang dapat terjadi pada vagina setelah melahirkan:

1. Vagina Longgar

Sebagian wanita akan merasa tidak nyaman hingga stres setelah melahirkan akibat vagina yang terasa lebih longgar. Saat proses melahirkan bayi akan bergerak dari rahim dan keluar melalui vagina sehingga vagina akan meregang agar bayi dapat keluar.

Vagina Anda mungkin tidak akan kembali seperti sedia kala namun ada beberapa teknik yang dapat Anda lakukan untuk mengencangkan otot vagina. Salah satunya adalah dengan melakukan latihan otot dasar panggung atau senam kegel.

Senam ini selain dapat meningkatkan kepuasan seksual dapat pula mengurangi gejala sulit menahan BAK setelah melahirkan. (Baca: Berbagai Kegunaan Senam Kegel)

2. Vagina ‘kering’

Hal ini normal dialami pada wanita setelah melahirkan. Kekeringan pada vagina ini disebabkan oleh penurunan hormon estrogen pada tubuh dibandingkan saat hamil. Pada wanita yang menyusui, kadar estrogen akan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak meyusui, sehingga kekeringan akan lebih terasa. Ketika Anda sudah berhenti menyusui dan siklus menstruasi Anda kembali normal, maka kekeringan vagina biasanya tidak Anda alami lagi.

Setelah melahirkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh akan menurun drastis terutama pada wanita yang menyusui. Namun Anda tak perlu khawatir, keluhan ini akan berangsur hilang setelah Anda berhenti menyusui dan mendapatkan haid kembali. Tetapi jangan Anda jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak memberikan ASI ekslusif pada bayi ya! Jika Anda merasakan hal ini begitu mengganggu terutama saat berhubungan seksual, Anda dapat menggunakan pelumas untuk berhubungan seks tanpa nyeri.

3. Nyeri Saat Berhubungan

Seringkali nyeri saat berhubungan seksual disebabkan oleh vagina kering dan nyeri di perineum. Tidak ada patokan pasti kapan Anda boleh melakukan hubungan seksual kembali setelah melahirkan. Semua bergantung pada kesiapan Anda secara fisik maupun psikis. Bila Anda belum merasa nyaman untuk melakukan hubungan seks, maka Anda dapat mendiskusikannya dengan pasangan Anda untuk mesolusikan yang terbaik.

 

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar