Sukses

Jamur Berulang di Area Selangkangan dan Kemaluan Wanita

26 Jun 2018, 12:14 WIB
Wanita, 17 tahun.

Dok, saya mau tanyak. Di bagian selangkangan saya yg bagian kanan muncul bentulan bentulan kayak melepuh gitu. Terus saya cekkan ke dokter, katanya itu terkena jamur kulit. Lalu saya di beri beberapa obat untuk di minum. Setelah obatnya habis, bentulannya itu hilang beberapa dan beberapa hari setelah tidak minum obat itu, bentulannya muncul lagi. Tpi kali ini bentulannya pindah, maaf disekitaran alat kelamin saya. Terus lama kelamaan bentulannya terus bertambah dan rasanya gatal. Jdi saya mengusek ngusek nya(saya mengusek karena saya pernah liat di tv, katanya kalok alat kelamin gatal tidak boleh di garuk. Soalx itu berhubungan dengan fahim). Tpi kadang kadang juga ndak gatel sih dok, gatelnya itu kalau habis terkena air itu biasanya. Sempet sama ibuk saya di suruh untuk kasih minyak sirih gitu, tpi rasanya tidak berpengaruh apa apa dok. Sebenernya itu sakit apa ya dok dan cara ngobatinya gimana? Saya takut dan khawatir dok, soalnya penyakit yg saya alami ini di daerah kewanitaan.

Terima kasih telah bertanya menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Penyakit jamur yang mengenai daerah selangkangan seperti yang Anda keluhkan dapat disebabkan oleh jamur dermatofita atau candida, dalam dunia kedokteran disebut sebagai tinea kruris.

Sering tumbuh jamur di daerah selangkangan berkaitan dengan mudahnya daerah tersebut menjadi lembab, karena merupakan area bagian yang terlipat. Terdapat faktor yang mempengaruhi kelembaban di daerah selangkangan seperti aktifitas fisik, kondisi tubuh yang sering berkeringat, berat badan, suhu lingkungan, dan jenis pakaian/celana dalam yang tidak menyerap keringat.

Seseorang dengan berat badan berlebih cenderung memiliki kondisi kulit yang mudah lembab dan berkeringat. Kulit yang lembab merupakan suasana yang baik untuk pertumbuhan kuman dan jamur. Gejala dari infeksi jamur adalah gatal, berbau, lembab, kulit mudah iritasi/kemerahan.

Bila Anda sering mengalami infeksi jamur selangkangan yang berulang, maka sebaiknya evaluasi ulang faktor-faktor yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada diri Anda. Seperti yang sudah disebutkan di atas, apakah Anda banyak berkeringat, kelebihan berat badan, atau sering memakai celana / celana dalam yang ketat dan tidak menyerap keringat.

Tinea kruris disebabkan oleh jamur dermatofita E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes. Biasanya mengenai daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang terlihat lenting-lenting yang berisi nanah. Bagian tengah menyembuh berupa daerah coklat kehitaman bersisik. Garukan terus-menerus dapat menimbulkan gambaran penebalan kulit.

Untuk mengatasi infeksi jamur, dapat dilakukan penanganan nonfarmakologis dan farmakologis. Terapi nonfarmakologis adalah menghilangkan faktor pencetus. Hal ini dilakukan dengan cara mandi teratur dua kali sehari, berganti pakaian dalam setiap kali banyak berkeringat dan setiap kali mandi, menggunakan bahan yang tipis, dan menghindari penggunaan celana ketat. Sebaiknya Anda juga tidak menggunakan handuk ataupun celana bergantian dengan orang lain. Celana Anda sebaiknya juga direndam terlebih dahulu menggunakan karbol (untuk yang berwarna) selama 1 – 2 jam dan pemutih (untuk warna putih) selama 15 – 30 menit. Selain itu, Anda juga harus menjaga kesehatan dan mempertahankan asupan nutrisi yang baik. Karena walaupun dilakukan pengobatan yang teratur tapi jika tidak diikuti dengan penghilangan sumber penularan dan faktor pencetus, jamur akan muncul kembali.

Obat yang digunakan adalah obat antijamur, dapat berupa salep (bila lesi jamur tidak terlalu lebar) atau obat minum. Setelah pengobatan oral selesai, dapat dilanjutkan dengan pengobatan krim anti jamur selama 2 minggu. Pengobatan akan terus dilanjutkan sampai hasil pemeriksaan mikroskopik menunjukkan hasil negatif 3x berturut-turut.

Gatal yang ada sebaiknya tidak digaruk. Selain menghindari suasana lembab pada daerah tersebut, dapat digunakan bedak untuk menjaga daerah tersebut tetap kering. Penggunaan obat-obatana ini tentunya harus sesuai dosis, indikasi dan di bawah pengawasan dokter.

Kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk melakukan pemeriksaan secara langsung guna menegakkan diagnosis dan mendapat terapi yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai sering infeksi jamur selangkangan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar