Sukses

Apakah Obat Orlistat Cocok Untuk Saya?

26 Jun 2018, 00:13 WIB
Wanita, 20 tahun.

Malam dok, kebetulan saya mengalami obesitas kira2 kalau saya mau makan suplemen seperti orlistat itu boleh langsung makan atau tetap haris konsultasi dulu yah dok? Terus kalau saya mau ke rumah sakit untuk konsultasi berat badan itu baiknya ke spesialis apa yah dok? Terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Berdasarkan tinggi dan berat badan Anda, indeks masa tubuh Anda adalah 32.5. Memang Anda tergolong obesitas. Orang dengan obesitas boleh mengkonsumsi obat orlistat namun tidak boleh sembarangan harus dibawah pengawasan dokter ahli gizi.

Berikut mengenai obat orlistat.

Orlistat, atau tetrahydrolipstatin, adalah obat untuk terapi obesitas. Orlistat bekerja dalam sistem pencernaan dengan menghambat 1/3 lemak dalam makanan yang anda konsumsi. Saat kita makan, tubuh akan memecah nutrisi dalam bahan makanan tersebut menjadi komponen sederhana yang dapat dicerna oleh tubuh. Kelebihan kalori hasil pencernaan tersebut akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh, menyebabkan kenaikan berat badan. Enzim dalam sistem pencernaan, disebut lipase, adalah enzim yang membantu mencerna lemak. Saat dikonsumsi bersama makanan, orlistat menempel pada lipase sehingga proses peleburan lemak menjadi terhambat. Sebagian lemak (30%) yang tidak dicerna tidak dapat diserap dan dieliminasi seiring pergerakan usus sehingga tidak menyebabkan kenaikan berat badan (kegemukan, obesitas).

Sebenarnya orlistat telah digunakan sejak tahun 1999 sebagai terapi obesitas yang memerlukan resep dokter. Namun dengan pertimbangan aspek kesehatan tersebut the Food and Drug Administration(FDA) saat ini telah menyetujui peredaran kapsul orlistat sebagai obat bebas (over-the-counter/OTC), tentunya dengan dosis yang lebih rendah daripada yang umum diresepkan oleh dokter (xenical 120 mg).

Orlistat yang dijual bebas adalah Alli dengan dosis 60 mg, digunakan pada pasien kegemukan berusia > 18 tahun disertai penurunan kalori, diet ketat, dan program latihan khusus. Kapsul dapat diminum hingga 3 kali sehari sebelum, saat hingga satu jam setelah makan makanan berlemak 15 g (lebih dari 15 gram dapat menyebabkan masalah pencernaan). Dan mengingat adanya risiko kehilangan nutrien tertentu (vitamin A, D, E, K, beta karoten), sangat dianjurkan untuk mengonsumsi multivitamin setidaknya 2 jam sebelum atau setelah minum orlistat, seperti saat sebelum tidur.

Orlistat kedengarannya memang sangat ideal bagi mereka yang sulit sekali menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Namun orlistat baru dikonsumsi apabila anda memiliki indeks massa tubuh (IMT) >= 30 kg/m2, atau IMT >= 27 kg/m2 disertai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau kencing manis. Jadi sebaiknya obat ini tidak dikonsumsi apabila salah satu kriteria di atas belum terpenuhi, mengingat efek samping yang dapat ditimbulkan.

Efek samping yang umum ditemukan adalah perubahan pola aktivitas usus halus, yang dapat bermanifestasi sebagai feses lunak atau encer berminyak. Konsumsi makanan rendah lemak dapat menurunkan risiko efek samping tersebut, namun juga dapat ditemukan kelelahan, radang hati dan nyeri dubur. Pasien dengan riwayat transplantasi juga sebaiknya tidak mengonsumsi orlistat karena dapat terjadi interaksi obat. Dan pasien dengan riwayat tertentu seperti kencing manis, tiroid (gondokan) harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum penggunaan.

Apabila Anda memang sudah melakukan diet dan olahraga namun masih kesulitan untuk mencapai berat badan ideal, kami sarankan Anda berkonsultasi ke dokter ahli gizi. Jangan Anda membeli dan mengkonsumsi obat orlistat sendiri karena efek sampingnya dapat membahayakan Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat. Salam sehat,Tim Redaksi KlikDokter 

    0 Komentar

    Belum ada komentar