Sukses

Menambah Nafsu Makan Anak

24 Jun 2018, 17:33 WIB
Wanita, 24 tahun.

Selamat sore dokter saya ibu 1 anak, anak saya sekarang berusia 10 bulan, tp smpai sekarang belum tumbuh gigi, terus susah makan, gmna cara nya agar anak saya nafsu mkan nya bertambah?soalnya bb anak sya kecil cuma 7,1kg..mohon bantuan dan saran nya ya dok, terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter.

Izinkan kami memberikan informasi terkait panduan makan bayi usia 6-12 bulan. Pada usia 6- 9 bulan, dimulai makanan tambahan pendamping dari yang cair terlebih dahulu (susu formula) ditambah makanan halus seperti bubur susu, buah, dan sayuran. Makanan ini dihaluskan dan dimasak (tim halus). ASI masih WAJIB diberikan, dianjurkan diteruskan selama 1 tahun kehidupan. Bahkan jika memungkinkan untuk diteruskan hingga 2 tahun, justru hal ini lebih baik bahkan karena kandungan yang terasupi menjadi lebih lengkap.

Pada usia 9-12 bulan, konsistensi makanan menjadi makanan semi-padat atau disaring, istilahnya tim saring. Usia ini kombinasi antara bubur susu, buah, tim saring. Makanan ini diberikan dengan tujuan untuk melatih kemampuan pergerakan rahang atas dan bawah dan melatih kemampuan mengunyah (penggunaan gigi apabila sudah ada). Selanjutnya dapat disajikan makanan dengan tekstur padat atau kasar.

Saya akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang ibu ajukan.

1. kenapa dengan anak saya ya dok, apa memang sedang masanya? atau ada faktor psikis sbg penyebabnya? apakah dengan mencampur buburnya dengan susu akan membuat bayi saya jangka panjangnya tambah malas mengunyah? saya kuatir menginjak usia seharusnya dia sudah beralih ke nasi tim, dia masih belum menerima, bagaimana dengan asupan gizinya dok

Perilaku bayi seperti yang anak ibu lakukan yaitu mengunci mulutnya ketika makanan datang sebenarnya adalah salah satu fase yang akan dilalui oleh semua bayi. Perilaku bayi yang tidak mau makan bukan karena bayi kehilangan selera makan. Yang lebih mungkin terjadi adalah bayi sedang menempatkan diridalam diet pemeliharaan tubuh. Hal ini dikarenakan di usia menjelang 1 tahun kenaikan berat badannya tidak secapat di bawah usia 1 tahun.

Semua tingkah laku bayi harus dihadapi orangtua dengan sabar, dan tidakperlu kesal atau marah sampai harus memaksa bayi makan, karena kalau itu yang terjadi malah tidak sehat karena dapat membuat bayi trauma

Selain itu, faktor lain yang dapat memicu perilaku bayi tersebut adalah bertambahnya minat bayi terhadap dunia di sekitarnya. Saat ini jadwal makan justru terasa "sangat mengganggu" bayi, lantaran ia sebenarnya inginterus bergerak, bukannya duduk manis untuk makan. Ada begitu banyak hal yang dapat dilakukan dan dapat dilihat, sehingga jadwal makan hanyalah menyita waktu.

Selain itu, di usia bayi menuju batita, kemandirian bayi mulai tumbuh. Ini mempengaruhi reaksinya pada makanan yang disantapnya. Bayi yang sedang dalam proses berkembang menjadi batita memutuskan dialah yang menjadi tuan di meja makan, bukan orangtua atau pengasuhnya. Karena itu bayi mulai memilih makanan yang ingin dikonsumsi.

Dalam keadaan seperti ini sebaiknya orangtua mengikuti kemauan bayi dulu. Pastikan saja bayi mendapat makanan pengganti, misal, snack bergizi dan susu. Pada suatu saat kebiasaan ini akan berlalu juga.

Kemungkinan lain penyebab bayi tidak mau makan selain faktor psikologis adalah faktor fisik seperti bayi akan tumbuh gigi. Pertumbuhan gigi memang membuat rasa tidak enak pada bayi sehingga ia menolak untuk makan. Bayi yang sedang tidak enak badan seperti batuk-pilek juga bisanya melakukan hal yang sama. Apabila ibu curiga karena ada sebab lain atau masalah medis yang mendasari tingkah lakunya maka ibu dapat membawanya ke DSA untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tips untuk membuat anak mau makan adalah beri kesempatan anak makan sendiri. Dengan makan sendiri anak akan merasa tugas barunya yaitu makan sendiri sangat menarik hatinya.Kedua, cobalah biarkan anak sendirian. Letakkan makanan di hadapannya, dan sibukkan diri Anda. Kemuadian hentikan acara makan apabila anak tidak mau makan dan beri anak peringatan tegas (bukan marah tapinya) agar anak tidak mengulangi lagi perbuatannya. Lakukan secara berulang, anak akan segera mengetahui maksud Anda.

 

Semoga penjelasan saya diatas dapat dipahami oleh ibu dan dapat membantu mengurangi kekhawatiran yang ibu rasakan. Sekian.

0 Komentar

Belum ada komentar