Sukses

Pendekatan Seorang dengan Kepribadian Ganda

23 Jun 2018, 13:42 WIB
Wanita, 21 tahun.

Selamat sore, dokter. Perkenalkan nama saya Pramesti. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Indonesia. Permisi sebelumnya, saya ingin bertanya terkait dengan gangguang psikis. Mengenai kepribadian ganda. Saya pernah diprediksi oleh dosen saya jika saya mengidap kepribadian ganda, ketika menempuh mata kuliah psikologi kepribadian di beberapa semester lalu. Awalnya saya tidak menyadarinya, bahkan ketika di mata kukiah tsb saya belajar mengenai kepribadian ganda namun juga tidak menyadari. Tapi akhir akhir saya ini sering mengalami hal hal aneh. Saya sering lupa, mudah gelisah, mood saya naik turun, sering berubah ubah sikap, dan lupa dengan beberapa hal. Jika saya membaca artikel mengenai kepribadian ganda, saya merasa sudah merasakan hal demikian. Karena memang saya dari kecil pernah mengalami gejala traumatis. Mohon maaf dokter, saya ingin bertanya. Mohon penjelasannya. Terimakasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Dissociative Identity Disorder atau Multiple Personality Disorder Atau yang lebih dikenal dengan Kepribadian Ganda, merupakaan gangguan psikiatri (kejiwaan) yang termasuk dalam kelompok Gangguan Disosiasi.

Gangguan Disosiasi dianggap sebagai respon manusia terhadap stress yang terjadi pada masa perkembangan awal (anak-anak). Yang dimasuksudkan dengan stress ini misalnya, masalah kekerasan dan penyangkalan masa kecil. Selain itu kelompok gangguan disosiasi ini banyak dikaitkan dengan Gangguan stress pasca trauma (PTSD).

Pada gangguan disosiasi jenis DID, muncul dua atau lebih identitas/personaliti pada satu individu. Setidaknya terdapat dua personaliti yang mengambil alih tingkah laku satu orang tersebut. Namun, tiap identitas tidak dapat mengingat kembali informasi penting mengenai satu sama lain. Dan gangguan ini tidak berhubungan dengan penggunaan / efek samping zat (misalnya alkohol), dan gangguan medis organik.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa gangguan ini berhubungan dengan trauma terutama pada masa kecil, sehingga terbentuk suatu mekanisme pertahanan diri dalam bentuk 'terpecahnya identitas' pada satu individu manusia. Sehingga penyakit ini tidak termasuk dalam penyakit yang diturunkan melalui genetik.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar