Sukses

Cuci Darah Pada Gagal Ginjal

22 Jun 2018, 17:21 WIB
Pria, 30 tahun.

dok teman saya terkena CKD st.V, dan sekarang rutin cuci darah. namun beberapa hari lalu kencingnya keluar bercak darah, dok. kencing yang keluar sedikit, dan sering serta sangat nyeri. apakah cuci darahnya tetap dilanjutkan dok? dan gimana cara mengatasinya

Terima kasih sudah bertanya mengenai gejala penyakit ginjal melalui fitur Tanya Dokter

Gejala fungsi ginjal terganggu biasanya adalah berkurangnya frekuensi berkemih, jumlah air kencing berkurang. Namun, hal tersebut terjadi bila kerusakan ginjal sudah sangat parah. Fungsi ginjal terganggu pada tahap awal biasanya tidak memberikan keluhan apa-apa. Pada kondisi lain kerusakan ginjal bisa ditandai dengan munculnya pembengkakan di bagian tubuh, misalnya kaki atau kelopak mata. Untuk mengetahui fungsi ginjal Anda juga dapat meminta untuk diperiksa laboratorium untuk menilai fungsi ginjal (seperti ureum, creatinine, urinalisis). Pada kasus teman anda yang sudah stage V, kemungkinan memang tidak dapat berkemih seperti normal. 

Saat ginjal kita tidak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan membutuhkan tindakan cuci darah atau pencangkokan ginjal sebagai terapi pengganti ginjal.

Hemodialisa adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang paling banyak dipilih oleh para penderita GGT. Pada prinsipnya terapi hemodialisa adalah untuk menggantikan kerja dari ginjal yaitu menyaring dan membuang sisa – sisa metabolisme dan kelebihan cairan, membantu menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh serta membantu menjaga tekanan darah. Bahasa awam hemodialisa adalah cuci darah. Gangguan ginjal atau gagal ginjal kronik tahap akhir atau tahap 5 (sudah dilakukan cuci darah), berarti kedua ginjal tidak mampu lagi berfungsi sempurna yang mengakibatkan tumpukan hasil sisa metabolisme di dalam tubuh yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Untuk mengetahui derajat dari kerusakan ginjal diperlukan pedoman dari hasil lab yaitu melihat dari creatinin dan ureum baru kita dapat menghitung LFG (laju filtrasi glomerulus). Pada gagal ginjal yang tahap akhir memang obatnya hanya dengan cuci darah berserta diet yang tepat. Namun bisa juga dilakukan transplantasi ginjal. Untuk sembuh memang sulit oleh karena sudah terjadi kerusakaan ginjal yang berat.

Karena itu apabila Anda bertanya apakah seorang yang sudah cuci darah perlu dilakukan seumur hidup, maka jawabannya adalah tergantung derajat keparahan penyakit ginjal. Jika penyakit ginjalnya sudah tahap akhir, maka cuci darah akan dilakukan seterusnya. Untuk memperhitungkan derajat gagal ginjal, selain ureum dan kreatinin darah, diperlukan juga informasi berat badan dan usia suami Ibu. Hal ini ada baiknya Anda diskusikan langsung dengan dokter penyakit dalam yang menangani suami Ibu.

Terlambat cuci darah maka berisiko menimbulkan berbagai gejala akibat tertahannya bahan yang seharusnya terbuang melalui cuci darah. Gejala pasien bisa bervariasi, namun dapat berupa sesak nafas, atau penurunan kesadaran. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan terkait Cuci Darah pada Gagal Ginjal. Semoga bermanfaat. 

    0 Komentar

    Belum ada komentar