Sukses

Kulit Bruntusan

22 Jun 2018, 15:59 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok, saya 1 bulan ini menggunakan produk skin care natasha, sebelum menggunakan produk ini, kulit saya adalah jenis kulit yang berminyak dan berjerawat, sering sekali timbul jerawat kecil-kecil seperti bruntusan. Lalu saya memutuskan untuk menggunakan skincare natasha (sebelum beralih ke skincare ini, saya sbelumnya juga selalu menggunakan skincare dengan kandungan yg lebih ringan). Setelah menggunakan natasha kulit saya bukannya berangsur membaik dr jerawat, namun malah kering, memerah dan sering terasa gatal, jerawat pun mulai bermunculan satu persatu. Saya menggunakan produk yg lengkap, facial wash, toner dan krim pagi malam. Saya pikir ini adalah efek samping/sedang purging. Lalu saya tetap lanjutkan sampai saya facial. Setelah facial. Kulit saya malah makin kering dan seperti iritasi, kulit sedikit mengelupas juga memerah selama seharian penuh. Saya bingung apa yg harus saya lakukan, jika saya konsultasi dengan dokter yg ada di klinik natasha, saya takut malah saya disuruh untuk membeli produk natasha kembali (mungkin dengan dosis yg berbeda atau produk lainnya). Jadi bagaimana ya dok?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah bertanya tentang Kulit Bruntusan melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Penyebab pasti bruntusan yang disebabkan oleh jerawat memang belum diketahui, namun ada berbagai faktor yang diketahui berkaitan dengan penyakit ini:

Stress

Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.

Kelenjar minyak yang terlalu aktif

Keturunan dari orangtua

Bakteri di pori-pori kulit

Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengaruh makanan terhadap jerawat ini memang masih banyak diperdebatkan dan seringkali ditemukan hasilnya individual, namun, jika setelah dicoba dalam jangka waktu tertentu memberikan hasil yang terbaik, maka sebaiknya diet rendah lemak, rendah karbohidrat dan konsumsi produk susu yang terkontrol harus dipertahankan.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Kulit berminyak bisa dimiliki oleh semua perempuan dari usia muda hingga lanjut. Aktivitas kelenjar minyak (sebum) yang berlebihan adalah penyebab utamanya. Tak heran kulit berminyak mudah dikenali dengan terlihatnya permukaan kulit yang cenderung mengilap. Mengubah pola asupan nutrisi sehari-hari dapat mengatasi masalah kulit berminyak.

Hindari Makanan Berlemak

Makanan berlemak dan makanan yang digoreng sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak karena dapat meningkatkan produksi minyak di kulit. Konsumsilah makanan segar yang rendah lemak trans dan lemak jenuh. Pilih yoghurt tanpa lemak ketimbang yoghurt manis yang ditambahi susu. Olahan ikan atau unggas tanpa kulit (yang tidak digoreng) juga baik untuk disantap ketimbang ayam goreng.

Hindari Makanan Pedas

Pernahkah Anda merasa bahwa setelah mengonsumsi makanan pedas, kulit wajah jadi cenderung mengilap? Hal ini disebabkan karena makanan pedas mampu meningkatkan produksi minyak pada wajah (selain keringat). Oleh sebab itu, hindari makanan yang diolah terlalu pedas atau terlalu berbumbu.

Makanan Lainnya Pencegah Kulit Berminyak

Jeruk

Jeruk memiliki serat tinggi dan air yang membuatnya dapat dicerna dengan mudah. Selain itu, kandungan vitamin C-nya menjadi antioksidan yang mampu meningkatkan daya tahan sistem tubuh. Konsumsilag jeruk atau jus jeruk tanpa gula untuk memaksimalkan kesehatan kulit.

Air putih

Minum air cukup dapat menghidrasi tubuh dan membuat kulit terlihat sehat. Ganti minum-minuman manis dan bersoda dengan air putih. Teh hijau tanpa gula yang kaya akan antioksidan juga dapat melindungi kulit dari kerusakan.

Selain makanan-makanan di atas, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen agar kulit tetap lembap dan elastis. Pilihlah suplemen penunjang kulit yang mengandung astaxanthin, vitamin C & E karena dapat memperbaiki struktur kolagen pada kulit yang rusak serta menutrisi kulit.

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Sebagian besar obat-obatan jerawat belum memberikan hasil dalam 4-6 minggu pertama. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk jerawat atau dengan sabun bayi setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Sabun jenis apakah yang Anda gunakan selama ini?

Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoic acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati komedo dan jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock dan semua produk perawatan kulit yang berlabel non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Kulit Bruntusan. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Salam,

1 Komentar

  • Nad******lia putri

    dok, bagaimana cara mengatasi bruntusan,saya udah coba konsul ke dokter dan memakai skincare lain tetap ga berpengaruh apa" dok, jadi apa yg bisa saya lakukan untuk mengatasinya?