Sukses

Mengatasi Keputihan

20 Jun 2018, 20:34 WIB
Wanita, 18 tahun.

Slmt pagi dok,dok kmren dr tgl 13 sy haid dan selesai tgl 18 tetapi pada tgl 17 darah yg kluar sdh tdk banyak,dan d saat ingin mandi sy cek pembalut darah yg kluar berwarna coklat,sy brpikir krna telah kring shingga wrnanya sprt itu,lalu setelah itu sy tdk memakai pembalut,dan msh ada drah yg kkluar dan membentuk gumpalan,setelah itu dok dsaat sore warna keputihan sy bening namun brcampur darah yg berwarna agak coklat,dan hr ini wrna keputihan sy abu2 gelap dan cair lalu sprti ada bintik2 ktka sy lht tadi,namun tdk berbau dan tdk gatal.. kira2 apakah itubterkena virus dok? Atau gejala kanker .? Trmks

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan mengenai Mengatasi Keputihan.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

 

Keputihan adalah salah satu mekanisme "pembersihan" dalam sistem reproduksi wanita. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini membawa keluar sel-sel mati dan bakteri sehingga vagina tetap bersih dan bebas infeksi.

Seringkali, keputihan merupakan hal yang normal. Keputihan yang normal berwarna bening hingga putih keruh dan/atau kekuningan jika menempel pada pakaian dalam, tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan seperti gatal atau rasa tidak nyaman. 

Perubahan pada keputihan yang normal ini dapat disebabkan oleh siklus menstruasi, stres psikologis/emosional, status gizi, kehamilan, dan penggunaan obat-obatan (termasuk pil KB).

Bila terdapat perubahan pada warna dan jumlah cairan keputihan, mungkin itu merupakan tanda infeksi jamur/bakteri/parasit di dalam vagina. Gejalanya ialah:

  1. Keputihan disertai gatal-gatal, kemerahan, rasa perih/nyeri
  2. Volume keputihan banyak dan makin bertambah jumlahnya
  3. Rasa terbakar/panas/perih saat BAK
  4. Keputihan berwarna putih susu dan sangat kental
  5. Warna cairan keabu-abuan/kuning kehijauan dengan bau yang menyengat (asam atau amis)

Jika keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam, yang bukan tidak mungkin menyebabkan terjadinya gangguan kesuburan. 

Pencucian vagina dengan bahan-bahan seperti daun sirih dan lainnya tidak dianjurkan karena akan mengubah pH dan bisa membuat keputihan bertambah parah atau mudah kambuh.

Sebaiknya, Anda mendatangi dokter kulit atau dokter kandungan untuk mendapatkan obat yang tepat. Dengan melihat langsung saja, keputihan bisa dibedakan mana yang disebabkan karena jamur dan mana yang oleh bakteri.

Berikut adalah tambahan gaya hidup yang baik untuk mencegah timbulnya keputihan abnormal:

  1. Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  2. Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  3. Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan 
  4. Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.
  5. Bila penyebab keputihan adalah bakteri, maka obat yang tepat adalah antibiotik. Namun jenis antibiotik yang digunakan akan sangat tergantung jenis infeksi yang berlangsung.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai Mengatasi Keputihan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar