Sukses

Faktor Risiko Diabetes

19 Jun 2018, 23:59 WIB
Pria, 51 tahun.

dok mau tanya gula darah saya saat puasa adalah 105 tetapi HBA1C saya 45 apakah saya beresiko terkena diabetes?

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Diebetes Melitus tipe 2 memang memiliki dasar genetik namun sebenarnya bukanlah suatu penyakit keturunan seperti penyakit hemofili (gangguan pembekuan darah) ataupun buta warna. Jadi orang tua yang menderita diabetes tidak akan menurunkan diabetes kepada keturunan mereka. Hanya saja mempunyai orang tua yang menderita diabetes menjadikan keturunannya memiliki faktor resiko untuk menderita diabetes dikemudian hari. Secara umum, jika salah satu orang tua memiliki DM tipe 2, risiko pada anak adalah 1 : 7 jika terdiagnosis sebelum usia 50 tahun, dan 1 : 13 jika terdiagnosis di atas usia 50 tahun. Beberapa peneliti percaya bahwa risiko yang dimiliki seorang anak lebih besar jika orang tua yang memiliki DM adalah ibunya. Jika kedua orang tua memiliki DM tipe 2, risiko pada anak menjadi 1 : 2.

Namun risiko memiliki DM tidak hanya dipengaruhi oleh genetik. Faktor risiko lain, antara lain: obesitas (penumpukan lemak pada daerah perut), kadar trigliserida darah yang tinggi, rendahnya kadar kolesterol HDL (kolesterol yang "baik"), kadar gula darah setelah makan > 200 mg/dl, sedangkan kadar gula darah puasa > 100, adanya rambut yang berlebih pada wajah atau tubuh (perempuan), atau diabetes saat kehamilan. Untuk itu, Anda setidaknya perlu melakukan pemeriksaan darah rutin kadar kolesterol serta kadar gula darah (setelah makan dan puasa).

Diabetes dapat terjadi pada semua orang, tidak hanya pada penderita obesitas. Namun, obsesitas merupakan salah satu dari faktor risiko diabetes melitus. Apabila Anda mempunyai riwayat keluarga DM, menurut pendapat kami sebaiknya mulai saat ini Anda sudah harus mulai waspada terhadap DM, dengan cara merubah gaya hidup. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan adalah :

Pertahankan berat badan pada kondisi idealPerbanyak makan makanan yang berserat (sayur dan buah-buahan)Hindari makan makanan yang banyak mengandung karbohidratOlahraga teraturLakukan test gula darah rutin 1-3 bulan sekali (terdiri dari gula darah puasa dan gula darah 2 jam sesudah makan atau GDPP) Selain itu, Anda juga perlu mengenali gejala-gejala utama dibetes melitus supaya Anda lebih waspada dan dapat mengenali adanya penyakit ini secara dini, supaya terapi yang didapatkan lebih optimal dan dapat terhindar dari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi.

Saat ini kondisi gula darah puasa Anda kategori normal , tapi kondisi dibagi dalam :

Normal : GDN < 110 mg/dlIntoleransi Glukosa : GDN 110 - 125 mg/dlDiabetes : GDN > 126 mg/dlDi masyarakat banyak yang membedakan diabetes menjadi dua macam, yaitu diabetes kering dan diabetes basah. Kami mencoba meluruskan, diabetes kering dan basah keduanya termasuk di dalam Diabetes Melitus tipe 2. Diabetes kering adalah yang banyak disebut masyarakay awam merupakan tahap awal dari penyakit diabetes melitus tipe 2. Sementara, diabetes basah merupakan istilah masyarakat awam yang merujuk pada penyakit diabetes melitus tipe 2 yang masuk ke tahap lanjut, dengan gejala seperti munculnya rasa gatal-gatal di kulit, luka yang sulit disembuhkan, sampai adanya organ tubuh yang membusuk. Namun dunia medis sendiri tidak ada pembagian diabetes kering dan basah.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar