Sukses

Sakit Perut Pada Anak dan Sulit BAB
16 Jun 2018, 21:31 WIB
Pria, 24 tahun.

Dok, anak saya berusia 18 bulan, akhir" ini susah makan, dan dari 2hari yang lalu nangis trus seperti sakit perut, akhirnya saya kasi obat, dan akhirnya bab (mencret ) , setelah itu setiap mau kentut nangis trus dan kayak kesakitan perutnya, gimna cara ngatasinnya?

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Ijinkan kami menjawab pertanyaan Anda dalam 2 bagian

Pertanyaan pertama Anda adalah mengenai sakit perut pada anak. Beberapa kondisi medis yang dapat memberikan keluhan sakit perut pada anak, antara lain:

1. Sembelit (Konstipasi)

Salah satu sakit perut yang kerap terjadi pada anak adalah sembelit atau konstipasi. Ketika mengalami sembelit, biasanya setelah buang air besar, anak akan merasa tidak nyaman di daerah perut. Feses yang keluar pun berbentuk kecil-kecil dank eras seperti feses kambing.

Sembelit atau dalam bahasa medis disebut dengan konstipasi memang kerap terjadi pada anak. Pada kondisi ini, frekuensi buang air besar anak akan berkurang dari biasanya. Misal pada bayi yang baru lahir, feses akan terlihat keras dan hanya keluar 1 kali dalam sehari. Sedangkan pada anak yang lebih besar, feses akan terlihat keras dan keluar 1 kali dalam 3-4 hari.

Ketika buang air besar dengan kondisi feses keras, maka kerap kali hal ini menyebabkan darah segar menempel pada feses akibat pecahnya pembuluh darah di sekitar anus karena mengejan yang terlalu keras.

2. Diare

Diare juga kerap menyebabkan sakit perut pada anak. Diare atau gastroenteritis (GE) adalah peradangan mukosa lambung dan usus halus yang ditandai dengan frekuensi buang air besar sebanyak 3 kali atau lebih dalam waktu 24 jam. WHO (World Health Organization) mendefinisikan diare akut sebagai diare yang biasanya berlangsung selama 3-7 hari, tetapi dapat pula berlangsung sampai dengan 14 hari.Diare lebih sering terjadi pada anak-anak. Hal ini disebabkan karena daya tahan tubuh anak yang masih belum optimal. Diare merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada anak di bawah umur 5 tahun di seluruh dunia, yaitu mencapai 1 miliar kejadian dan 3 juta kematian per tahun.Diare atau gastroenteritis disebabkan oleh infeksi, malabsorbsi (usus tidak dapat menyerap bahan makanan karena kekurangan enzim, kerusakan mukosa usus .dsb), keracunan, dan alergi makanan.

3. Intususepsi

Intersusepsi juga merupakan salah satu penyebab sakit perut pada anak. Intususepsi adalah masuknya segmen usus ke rongga lumen usus bawah sehingga menimbulkan gejala sumbatan usus. Selain menimbulkan rasa sakit, gejala lain yang mungkin dapat ditimbul akibat hal ini adalah muntah, keluarnya darah melalui anus, dan terdapatnya massa yang teraba di perut. Intususepsi merupakan kondisi gawat darurat medis, di mana bila tidak ditangani dengan segera dan tepat akan menimbulkan komplikasi lebih lanjut. Dengan kata lain, apabila kondisi ini dibiarkan, maka kondisi ini dapat menyebabkan kematian jaringan usus.

4. Cemas

Kecemasan yang berlebihan atau gangguan cemas ternyata tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, anak juga dapat mengalami gangguan cemas. Pasalnya, sekitar 6-17% anak ditemukan memiliki gangguan cemas. Kebanyakan orangtua tidak mendiskusikan masalah kesehatan mental ini kepada dokter, walaupun mereka yakin bahwa hal ini merupakan hal yang sebaiknya didiskusikan. Karenanya, masalah kesehatan mental gangguan cemas ini sering kali tidak teratasi dengan baik. Salah satu keluhan klinis gangguan cemas pada anak yang sering disebutkan adalah sakit perut dan sakit kepala.

Perlu diketahui, untuk mengatasi sakit perut yang terjadi pada anak, maka hal ini harus disesuaikan dengan penyebab dari sakit perut itu sendiri. Apabila keluhan sakit perut sangat mengganggu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar dapat segera dilakukan tindakan yang sesuai.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar