Sukses

Jerawat di Vagina?
14 Jun 2018, 21:59 WIB
Wanita, 22 tahun.

Kasusnya pada wanita yg belum menikah dan belum pernah melakukan hububgan intim Mengapa pada kemaluan(vagina) sering muncul jerawat sering tp jangka kambuhnya cukup lama namun jika tumbuh satu pasti muncul juga d area bibir kmaluan sebelahnya, kalo d tekan/bergesekan sakit, diameter jerawatnya ada yg kecil ada juga yg sdikit besar seperti jerawat, itu sbnarnya apa ya dok? Bahaya/normal? Serta cara mengatasinya seperti apa ? Terimakasih dokter

dr. Ellen Theodora

Dijawab Oleh:

dr. Ellen Theodora

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. Pertanyaan Anda mengenai benjolan seperti jerawat di daerah vagina. Kemungkinannya itu yang disebut dengan infeksi kista Bartholin. Didaerah sekitar vagina terdapat kelenjar yang disebut dengan kelenjar bartholin .Kelenjar bartholin adalah 2 kelenjar yang berlokasi di kanan dan kiri pada bibir vagina yang berfungsi untuk memproduksi lendir untuk membasahi/melumasi vagina.

Infeksi pada kelenjar ini disebabkan oleh kuman golongan staphylococcus dan gonococcus.Kista bartholin umum terjadi pada wanita usia 20-29 tahun terutama mereka yang belum pernah hamil atau baru hamil sekali. Kista tersebut tidak berbahaya namun dapat menyebabkan nyeri dan membuat jalan menjadi lebih sulit karena dapat terus membesar hingga ukurannya menjadi sebesar telur. Gejalanya berupa gejala umum kalau kita terinfeksi kuman seperti pegel2 atau rasa tidak enak badan sampai demam, sedangkan gejala lokal berupa pembengkakan pada vagina bagian bawah kiri atau kanan, kemerahan dan nyeri jika diraba. 

Jika kelenjar bartholin tersumbat maka akan menyebabkan pembentukan kista yang berisi cairan. Kista ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau sumbatan lokal karena lendir vagina. Apabila disebabkan karena infeksi, kista tersebut berubah menjadi abses.

Penanganannya bergantung dari ukuran kista, ada tidaknya infeksi, nyeri atau tidaknya. Kista kecil dapat direndam di air hangat beberapa kali dalam sehari selama 3-4 hari untuk mengurangi nyeri dan agar kista dapat pecah dengan sendirinya. Atau dokter dapat memasang selang kecil / kateter untuk mengeluarkan cairan dari kista.

Untuk itu, kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan fisik mendetil dan penanganan yang optimal. Jika hanya bartholinitis maka penanganannya dapat menggunakan antibiotik sesuai dengan resep dokter. Jika tidak segera ditangani maka kista bartholin dapat terinfeksi seperti yang telah kami jelaskan di atas sebelumnya.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar