Sukses

Pengaturan Waktu Menyusui Langsung dan Memompa ASI
13 Jun 2018, 20:04 WIB
Wanita, 29 tahun.

Halo dok. Baby boy saya usia nya hampir 3 bulan saat ini. Permasalahan saya adalah bagaimana bisa mendapatkan asi yang berlimpah?kondisi sy skr baby sy bisa menyusu hingga 3 jam. Mungkin ad stop bbrp menit. Sehingga waktu sy ud memompa selalu tidak sempat. Bulan depan sy sudah mulai bekerja. Jd pertanyaan saya bagaimana pembagian waktu antara saya menyusui langsung dengan pompa di waktu/hari yang bersamaan. Terima kasih

Terima kasih telah bertanya menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Ibu yang bekerja pasti tetap ingin dapat memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Meskipun harus bekerja, ibu masih tetap dapat memberikan ASI bagi bayi Ibu.

Sebelum mulai masuk bekerja kembali, Anda bisa mulai mencicil memerah ASI di antara waktu menyusui. Bila Anda merasa bayi selalu menyusu dan tidak ada waktu, Anda bisa minta bantuan suami atau keluarga yang tinggal serumah untuk memberikan ASI perah (ASIP) di malam hari selain untuk memberikan waktu bagi Anda untuk memerah ASI juga untuk melatih si kecil sebelum Anda kembali bekerja.

Pada bulan-bulan pertama kehidupan, seorang bayi butuh menyusui sebanyak 8-12 kali dalam 24 jam. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut maka Ibu yang bekerja harus memompa ASI sekitar 2-3 kali sehari dalam 8 jam bekerja. Ketika memompa ASI, pastikanlah bahwa kebersihan tangan dan tempat menyimpan ASI terjaga dengan benar. Jangan lupa untuk memberikan label tanggal agar pemberian ASI dapat disesuaikan dengan memberikan ASI yang lebih lama terlebih dahulu.

Agar sukses memompa ASI, usahakanlah agar Ibu:

  • Carilah tempat yang nyaman dan tenang untuk memompa ASI
  • Tetaplah rileks dan merasa nyaman
  • Lakukan pemijatan pada payudara untuk merangsang refleks oksitosin
  • Lakukan pemijatan puting payudara untuk merangsang refleks oksitosin
  • Pikirkanlah tentang bayi Anda dan kasih sayang Anda padanya untuk membuat Ibu lebih percaya diri dan nyaman
  • Tetap konsumsi sumber makanan yang bergizi agar produksi ASI selalu meningkat dan melimpah
  • Setelah memompa ASI, Ibu juga perlu memastikan agar penyimpanan ASI jangan sampai merusak ASI. 

Penyimpanan ASI

ASI dapat disimpan di:

1.       Suhu kamar

Pada suhu ruang, ASI hanya dapat bertahan selama 6 jam. Jika tidak ingin segera digunakan maka sebaiknya ASI segera dimasukkan ke dalam pendingin.

2.       Kotak Insulator (Cooler Box)

Dalam kotak insulator, ASI dapat bertahan hingga 24 jam. Jika tidak ingin segera dipakai maka harus segera disimpan di kulkas atau freezer.

3.       Kulkas

Di dalam kulkas, ASI dapat disimpan untuk 5-8 hari. Pastikan ASI disimpan di bagian dalam kulkas.

4.       Freezer

Di dalam freezer, ASI dapat disimpan hingga 3-6 bulan. Dalam freezer laci, dapat disimpan hingga 6-12 bulan. 

Khusus penyimpanan ASI dari freezer memerlukan teknik tersendiri untuk mencairkannya kembali. Jangan lakukan sembarangan mencairkan ASI yang beku, karena dapat merusak ASI. Bagaimana proses mencairkan ASI yang telah beku yang tepat? 

Pemberian ASI yang Beku

Jika ingin memberikan ASI yang sudah dibekukan di dalam freezer maka sebaiknya ASI dicairkan terlebih dahulu di kulkas untuk kemudian langsung diberikan pada bayi Anda atau paling tidak ASI harus diberikan dalam 24 jam.

Jika bayi tidak suka minum ASI yang dingin maka Anda dapat menghangatkannya dengan meletakkan wadah penyimpan ASI di bawah air hangat yang mengalir atau di dalam mangkuk berisi air hangat. Setelah penghangatan, goyanglah  wadah ASI dengan putaran perlahan agar kandungan ASI merata. Jangan mengocok dengan keras.  Jangan menghangatkan ASI di dalam microwave karena dapat merusak kandungan nutrisi susu. Selain itu karena pemanasan cairan oleh microwave biasanya tidak merata maka dapat terjadi ada bagian ASI yang terlalu panas yang dapat melukai bayi.

Jika ASI yang sudah dicairkan dan dihangatkan tidak habis, maka sisa ASI harus dibuang. Jangan membekukan atau menghangatkan kembali ASI.

Prinsip ASI ialah akan semakin banyak jika semakin sering diperah atau disusui. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar