Sukses

Bahaya Rokok dan Vape
13 Jun 2018, 10:41 WIB
Pria, 22 tahun.

dok lebih besar bayahaya mana, ngisap vape atau ngisap rokok ?

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terima kasih atas pertanyaan Anda tentang bahaya vape dan rokok menggunakan fitur Tanya Dokter

Rokok elektrik atau vape menjadi semakin populer di dunia, termasuk di kalangan masyarakat Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan konsumsi rokok elektrik yang sangat pesat. Berdasarkan sebuah survei di Amerika Serikat, pada tahun 2010-2015, terjadi peningkatan jumlah konsumsi rokok elektrik sebesar 30 kali lipat.

Seperti yang sudah diketahui, merokok dengan rokok tembakau merupakan penyebab nomor satu kematian yang dapat dicegah. Penyakit seperti HIV, penggunaan heroin, alkohol, kokain, dan kecelakaan kendaraan bermotor menempati posisi di bawah kebiasaan merokok.

Merokok meningkatkan risiko terjadinya stroke, serangan jantung, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), asma, diabetes, dan sebagian besar kanker. Radikal bebas yang terkandung di dalam rokok juga memiliki efek mempercepat penuaan tubuh.

Hasil dari pembakaran rokok tembakau mengandung tar, karbon monoksida, dan hidrogen sianida. Sebagian besar karsinogen ditemukan di dalam kandungan tar.

Berbeda dengan rokok tembakau, rokok elektrik tidak menghasilkan kandungan tar dan gas-gas berbahaya. Rokok elektrik atau vape menggunakan cairan yang mengandung rasa serta nikotin.

Walaupun rokok elektrik tampak lebih aman dibandingkan rokok tembakau, Anda perlu ingat bahwa paparan terhadap nikotin dalam jangka panjang juga berbahaya. Paparan terhadap nikotin dapat menyebabkan resistensi insulin sehingga memicu diabetes.

Selain itu, nikotin juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah serta denyut nadi, dan merupakan zat yang sangat adiktif. Nikotin dapat mengganggu perkembangan otak bagian depan pada anak-anak sehingga bisa menyebabkan gangguan atensi.

Selain efek dari nikotin, rokok elektrik atau vape memiliki bahaya lain yang tidak dimiliki oleh rokok tembakau. Contohnya, kasus meledaknya rokok elektrik ketika sedang digunakan yang kerap dilaporkan.

Berbeda dengan rokok tembakau yang hanya menyebabkan luka bakar ringan, rokok elektrik bisa menyebabkan luka bakar yang signifikan dan bisa membahayakan jiwa, terutama jika mengenai saluran pernapasan seperti hidung dan mulut.

Sayangnya, belum dapat disimpulkan mengenai keamanan penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang. Apakah nantinya kebiasaan merokok elektrik atau vape dapat menyebabkan jenis kanker tertentu atau tidak, harus dilakukan penelitan lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami berikan.

0 Komentar

Belum ada komentar