Sukses

Mengatasi Migrain yang Sering Kambuh
12 Jun 2018, 21:31 WIB
Wanita, 18 tahun.

Hallo dok. Saya ingin bertanya tentang kondisi kesehatan saya akhir-akhir ini. Saya sudah sering mengalami migrain dari saya awal SMA sampai sekarang saya sudah lulus SMA. Sudah beberapa minggu sebelum saya sering mengalami migrain ini saya sering insomnia. Tapi frekuensi sakit migrain saya pada waktu itu masih jarang terjadi dan akhir-akhir ini saya lebih sering mengalami sakit migrain ini dan selalu hanya kepala sebelah kanan yg selalu sakit serta saya merasakan sakit yg luar biasa dr biasa ny dan disertai rasa mual. Kadang migrain yg saya alami sampai membuat tubuh saya lemas.

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kondisi Anda.

Melihat usia dan jenis kelamin Anda, sakit kepala yang dialami sepertinya berjenis migrain. Migrain adalah sakit kepala berdenyut yang terjadi pada satu sisi atau kedua sisi kepala.

Gejala lain pada migrain ialah mual, muntah dan sangat sensitif terhadap cahaya dan suara. Gejala diperburuk dengan aktivitas fisik biasa. Serangan migrain dapat menyebabkan nyeri yang sangat mengganggu selama berjam-jam bahkan harian hingga menyebabkan gangguan aktivitas pada penderitanya. 

Migrain kronik sering terjadi pada individu yang memiliki riwayat migrain episodik. Dianggap kronik apabila terjadi lebih dari 8 hari dalam 1 bulan, selama paling sedikit 3 bulan.

Wanita tiga kali lebih sering mengalami migrain dibandingkan pria. Pemicunya antara lain:

  • Perubahan hormon pada wanita, terutama fluktuasi hormon estrogen. Seringkali berkaitan dengan siklus haid. Biasanya migrain terjadi sebelum dan selama haid, ketika kadar estrogen tiba-tiba turun. Sebagian juga cenderung mengalami migrain saat hamil atau menopause. Pil KB hormonal dan terapi hormon juga dapat memperburuk migrain.
  • Makanan. Keju, makanan yang asin dan makanan siap saji dapat memicu migrain. Tidak makan (skipping meals) atau puasa juga dapat memicu serangan.
  • Zat tambahan dalam makanan. Pemanis aspartam dan pengawet monosodium glutamat (MSG), yang ada di banyak makanan, dapat memicu serangan.
  • Minuman. Alkohol, wine, dan minuman berkafein tinggi juga dapat memicu serangan.
  • Stress. Stress baik di tempat kerja maupun di rumah dapat memicu migrain
  • Rangsangan sensorik. Cahaya terang dan sinar matahari serta suara yang keras dapat memicu migrain. Bau-bauan yang kuat, seperti parfum, thinner, asap rokok juga dapat memicu serangan pada sebagian orang.
  • Faktor fisik. Exercise yang intens maupun aktivitas seksual dapat memicu migrain.
  • Perubahan lingkungan. Perubahan cuaca dan tekanan udara dapat memicu migrain.
  • Obat-obatan. Pil KB dan vasodilator (obat untuk melebarkan pembuluh darah), seperti nitrogliserin, dapat memperburuk migrain.

Migrain yang kronik memang sangat mengganggu. Kemungkinan kambuh tinggi apabila faktor pemicu tidak dihindari. Namun, gejalanya dapat dikontrol. Obat-obatan yang umum digunakan, ada yang bersifat antinyeri dan ada yang bersifat mencegah (untuk mengurangi keparahan dan frekuensi migrain). Namun sayangnya, apabila sudah terjadi gejala allodynia, nyeri yang timbul sulit sekali dikontrol oleh berbagai jenis antinyeri yang ada. 

Selain obat-obatan terdapat terapi alternatif yang dapat mengurangi migrain, seperti akupunktur, pijat (massage therapy), dan psikoterapi (bagaimana perilaku dan pikiran mempengaruhi persepsi Anda terhadap nyeri). Suplemen seperti Vitamin B2, Coenzyme Q10, dan Magnesium dapat mencegah frekuensi migrain.

Bila migrain Anda berlangsung sering dan dalam waktu lama, sebaiknya konsultasikan kepada dokter Anda. Ada baiknya dikonsultasikan juga dengan dokter spesialis saraf. Kemungkinan Anda memerlukan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan kepala untuk memastikan penyebab migrain. Selain itu, diskusikan juga pengobatan yang terbaik untuk Anda.

Kami sertakan pula beberapa artikel untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar migrain. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar