Sukses

Lemas Setelah Diare
10 Jun 2018, 23:40 WIB
Pria, 27 tahun.

Dok saya mau konsultasi, kemaren saya berobat dengan keluhan diare, lalu diberi 3 macam obat, paracetamol, loperamid, dan primadex Forte., Persoalannya kemaren pas periksa dokter yg menuliskan resep kurang begitu jelas menjelaskan petunjuk penggunaan obat nya, pagi ini BAB saya mampet gara² kelebihan minum loperamid yg mungkin seharusnya saya stop penggunaan nya sejak kemarin sore, (saya minum obat tiap 8 jam; sahur jam 3, jam 12 siang, dan setelah buka puasa sekitar jam 7~8) Kondisi diare saya sekarang sudah agak berkurang dan hampir sudah tidak melilit lagi perut saya tapi badan saya sekarang agak lemas, padahal kemarin siang sudah lumayan enteng. Apa solusi untuk mengatasinya dok?

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda

Lemas seringkali dirasakan setelah anda mengalami diare, hal ini dapat dikarenakan efek dehidrasi dan kekurangan elektrolit tubuh seperti kalium dan natrium yang ikut keluar saat anda diare. Berikut cara mengatasi lemas akibat diare.

Dehidrasi

Dehidrasi atau kurang cairan merupakan salah satu komplikasi tersering dari diare. Selain badan lemas, dehidrasi juga ditandai dengan:

  • Mulut dan bibir kering
  • Mata cekung
  • Kehausan
  • Buang air kecil lebih jarang
  • Air seni terlihat lebih pekat
  • Jika mengalami dehidrasi akibat diare, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi oralit guna menggantikan cairan tubuh yang hilang. Larutan oralit dapat dibeli di toko atau apotek.

Anda juga dapat membuatnya sendiri dengan mencampurkan setengah sendok teh garam dan 8 sendok teh gula pasir. Lalu, tambahkan satu liter air matang dan aduk hingga merata. Bila Anda sulit mengonsumsi oralit karena mual, kuah sup ayam juga bisa menjadi alternatif untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare.

Hipokalemia

Saat diare, tinja keluar bersama dengan air dan elektrolitnya. Oleh karena itu, diare bisa menyebabkan gangguan elektrolit, salah satunya hipokalemia atau kadar kalium di bawah normal.

Kalium merupakan elektrolit yang berperan dalam kontraksi otot, usus, dan jantung. Jika kadarnya rendah, kontraksi organ-organ tersebut akan terganggu, hingga akhirnya menimbulkan keluhan badan lemas.

Untuk mengatasi hipokalemia, Anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi seperti pisang, kentang, bayam, ikan, dan kacang-kacangan.

Namun demikian, bila badan lemas disertai dengan kesulitan menggerakkan tangan dan kaki, atau disertai dengan perut yang sangat kembung, sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat. Gejala-gejala tersebut merupakan gejala hipokalemia berat yang membutuhkan kalium melalui infus.

Hiponatremia

Selain kalium, natrium juga merupakan salah satu jenis elektrolit yang dapat berkurang jumlahnya saat diare. Kondisi natrium di bawah nilai normal disebut hiponatremia. Hiponatremia menimbulkan gejala berupa badan lemas dan lelah, merasa tidak punya energi untuk beraktivitas, sakit kepala dan terlihat gelisah. Bila hiponatremia yang dialami cukup berat, penderita akan mengalami penurunan kesadaran dan kejang. Pengobatan hiponatremia dilakukan dengan memberikan natrium melalui cairan infus di rumah sakit.

Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan:

  • Minum air putih setidaknya 1,5 liter per hari saat diare.
  • Mengonsumsi makanan yang “ramah untuk perut” selama diare, seperti roti tawar, crackers, pisang, apel, dan kentang.
  • Hindari minuman berkafein hingga 2 hari setelah diare hilang.

Jangan biarkan badan lemas akibat diare menganggu aktivitas atau bahkan menurunkan kualitas hidup Anda. Lakukan tindakan di atas dengan saksama. Namun, jika tindakan tersebut masih belum mampu mengatasi badan lemas akibat diare, jangan ragu untuk segera berobat ke dokter.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar