Sukses

Ketergantungan Obat Sakit Kepala

10 Jun 2018, 08:16 WIB
Pria, 23 tahun.

Assalamualaikum dok, saya mau tanya gimana cara menangani orang yang sudah ketergantungan dengan obat paramex ya? Ibu saya sudah bertahun tahun mengkonsumsi obat tersebut, gejalanya ibu saya sering mengalami sakit sekali pada kepalanya, dulu ibu saya hanya mengkonsumsi minimal 4butir obat per hari 1x minum 1 butir, tapi sampe sekarang mungkin sudah tidak terasa efeknya, beliau jadi 1x minum 2butir setiap merasakan sakit kepala, otomatis perhari kadang bisa habis 8-10 butir paramex (2 tablet lebih),saya sudah sering minta ke beliau untuk berhenti mengkonsumsi obat tersebut karena obat tersebut hanyalah pereda sakit kepala, bukan obat yg menyembuhkan, dan beliau pun pernah coba untuk berhenti tapi yg ada sakit kepalanya makit terasa sakit dan beliau pun tidak sanggup menahannya, akhirnya ibu saya sampe sekarang masih mengkonsumsi obat tersebut dok, mohon pencerahannya dok untuk penanganan pertamanya saya harus bagaimana

Terima kasih telah bertanya seputar Ketergantungan Obat Sakit Kepala menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

Sakit kepala menurut ICHD II (International Clasification of Headache Disorders) edisi kedua, dibedakan atas dua jenis yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder.  Sakit kepala primer merupakan sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya. Sedangkan sakit kepala sekunder merupakan sakit kepala di mana ditemukan penyebab jelas yang menyebabkan sakit kepala.

Menurut lama waktunya, sakit kepala dibedakan atas dua jenis yakni akut dan kronik. Sakit kepala kronik adalah sakit kepala dalam waktu cukup panjang, yaitu lebih dari 15 hari per bulan atau lebih dari 3 bulan per tahun atau lebih dari 180 hari per tahun.

Terdapat beberapa penyebab sakit kepala. Sakit kepala pada umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll.

Sebagian besar nyeri kepala di daerah belakang dan leher disebabkan oleh tension type headache (TTH). Bila keluhan sakit kepala seperti tertindih benda berat/diikat dan melibatkan otot-otot leher maka kemungkinan Anda mengalami TTH. Sakit kepala tipe ini seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher/tengkuk, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

  • Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian
  • Gangguan tidur
  • Posisi tubuh yang salah saat bekerja
  • Waktu makan yang tidak teratur
  • Kelelahan mata
  • Penghentian konsumsi kafein

Penggunaan obat sakit kepala lebih dari 10-15 hari per bulan justru dapat menyebabkan sakit kepala berkepanjangan. Penggunaan obat sakit kepala lebih dari 15 kali diduga menyebabkan ketergantungan penderita sakit kepala terhadap obat tersebut, sehingga ketika sedang tidak menggunakan obat, sakit kepala akan muncul kembali sebagai gejala. Oleh sebab itu, langkah paling tepat untuk mengurangi ketergantungan sakit kepala yang dialami ibu Anda ialah dengan memeriksakan kondisinya langsung ke dokter spesialis saraf agar dapat diketahui penyebab pasti sakit kepala kronis yang dikeluhkan ibu Anda dan dapat diberikan pengobatan yang sesuai.

Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar