Sukses

Bunyi Telinga Berdenyut
08 Jun 2018, 23:02 WIB
Pria, 17 tahun.

Telinga saya berdenyut dan saat berdenyut membuat saya sering migran, itu kenapa ya dok ?

Terima kasih telah menanyakan keluhan telinga berdenyut melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan bunyi pada telinga disebut juga Tinitus dalam dunia kedokteran.Tinitus berarti suara berdenging, berdengung, berdetak, atau suara telinga berdenyut dan jenis suara lainnya yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal.

Tinitus bukanlah penyakit namun gejala, dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terdapat dua jenis tinitus, yaitu yang subjektif dan objektif. Tinitus subjektif berarti tinitus yang hanya dapat didengar oleh penderita sendiri. Penyebabnya adalah kelainan pada telinga bagian luar, dalam, dan tengah. Tinitus ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf pendengaran di otak. Sedangkan yang objektif adalah bunyi yang dapat didengar juga oleh dokter yang memeriksa. Tinitus jenis ini jarang ditemukan, dapat disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam, atau gangguan pada otot.

apa yang terjadi pada Anda bisa jadi disebabkan karena gangguan tekanan telinga dalam saat menyelam.

Penyebab yang umum ditemukan pada tinitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam bergerak tergantung tekanan gelombang suara. Gerakan ini menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga (saraf auditori) ke otak. Otak akan menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai suara. Jika rambut-rambut pada telinga bagian dalam tersebut rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls elektrik yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan tinitus. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama (lingkungan pekerjaan industri, MP3 player, pengeras suara), dan paparan terhadap beberapa obat tertentu (aspirin, NSAIDs, diuretik).

Tinitus juga sering disertai dengan keluhan lain seperti nyeri, rasa penuh dalam telinga, dan sebagainya. Adapun faktor yang menyebabkan tinitus antara lain:

1. Terlalu banyak kotoran di dalam telinga,

2. Perubahan pada tulang telinga bagian tengah,

3. Meniere’s Disease (kelainan pada telinga dalam karena tekanan cairan atau komposisi telinga dalam),

4. Trauma pada kepala atau telinga (mempengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran; umumnya tinitus karena sebab ini hanya terjadi pada satu telinga)

5. Tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma; biasanya menyebabkan tinitus pada satu sisi telinga saja)

6. Kelainan pada pembuluh darah (menyebabkan tinitus yang sifatnya pulsatil atau berdenyut, termasuk tinitus objektif)

7. Stress dan depresi. Diagnosis ini merupakan diagnosis yang sangat umum jika tes-tes atau pemeriksaan pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab tinitus lain tidak dapat diidentifikasi.

8. Efek samping obat-obatan seperti antibiotik polymyxin B, erythromycin, vancomycin, neomycin; Aspirin, dan sebagainya. Apakah pada periode sakit sebelumnya Anda mengonsumsi obat antibiotik atau lainnya?

Prinsip pengobatan tinitus adalah menghilangkan pencetus atau menyembuhkan penyebab. Untuk mengetahui penyebab dasar serta adakah kaitan dengan penyakit yang baru saja anda alami, kami menyarankan agar anda berkonsultasi dengan dokter spesialis THT untuk dilakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan bagian-bagian telinga Anda, dan diagnostik lainnya agar Anda memperoleh penanganan optimal. Sementara itu, sebaiknya Anda menghindari pajanan suara keras, menghindari hal yang sering mencetus kan tinitus seperti kopi, teh, cola, rokok, dan garam sampai Anda mendapat pengobatan sesuai.

Demikian informasi yang dapat kami berikan tentang telinga berdenyut. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar