Sukses

Hasil Pemeriksaan Sperma

07 Jun 2018, 18:30 WIB
Pria, 30 tahun.

Selamat sore dok... Sy hbis cek lab... Dan hasilnua kaya gini... Mohon info nya dok... Apakah seperma sy normal atau tidak Home Kunjungan Laporan History Laborat Kunjungan Laporan History Laborat JENIS PEMERIKSAAN 2018-06-07 08:55:44 Analisa Sperma Abstinensia / Cara pengeluaran 4 Hari / Masturbasi Waktu Pengeluaran Semen 09.05 Spesimen diterima laboratorium 09.07 Spesimen diperiksa 09.20 Pemeriksaan Makroskopis : 1. Warna Putih Keruh 2. Bau Khas 3. pH 7.0 4. Volume 2.4 5. Likuefaksi 20 6. Viskositas 1.59 Pemeriksaan Mikroskopis : 1. Kecepatan Rata-rata sperma 1.51 2. Motilitas 60 a. Progresif Lurus Cepat 5 b. Progresif Lurus Lambat 55 c. Gerak Di Tempat 25 d. Tidak bergerak 15 3. Konsentrasi Sperma 48 4. Jumlah Sperma Total 115.2 5. Viabilitas Sperma 66 6. Morfologi Sperma Normal 35 7. Morfologi Sperma Abnormal 65 8. Aglutinasi Tidak 9. Sel Bulat 3.46 10. Lekosit 4.61 11. HOS Test 65 KESIMPULAN Normozoospermia

Terima kasih telah menggunakan fitur Tanya Dokter untuk menanyakan mengenai Hasil Pemeriksaan Sperma.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

 

Pemeriksaan analisis semen/cairan sperma mencakup penilaian terhadap jumlah, bentuk, dan gerak spermatozoa (sel sperma).

1. Volume

Pria subur rata-rata mengeluarkan 2 hingga 5 mL semen dalam satu kali ejakulasi. Bila secara konsisten mengeluarkan kurang dari 1,5 mL (hypospermia) atau lebih dari 5,5 mL (hyperspermia) dikatakan abnormal. Volume semen biasanya lebih sedikit bila sangat sering ejakulasi, dan volume lebih banyak akan didapatkan setelah lama “berpuasa”.

2. Konsentrasi sperma

Pria subur memiliki jumlah sel sperma di atas 20 juta per mL atau 40 juta secara keseluruhan. Jumlah di bawah 20 juta/mL dikatakan konsentrasi sperma rendah dan di bawah 10 juta/mL digolongkan sangat rendah. Istilah kedokteran untuk konsentrasi sperma rendah adalah oligospermia. Bila sama sekali tidak ada sperma disebut azoospermia. Semen pria yang tidak memiliki sperma secara kasat mata terlihat sama dengan semen pria lainnya, hanya pengamatan melalui mikroskoplah yang dapat membedakannya.

3. Morfologi/bentuk sperma

Sperma normal memiliki bentuk kepala oval beraturan dengan ekor lurus panjang di tengahnya. Sperma yang bentuknya tidak normal (disebut teratozoospermia) seperti kepala bulat, kepala pipih, kepala terlalu besar, kepala ganda, tidak berekor, dll, adalah sperma abnormal dan tidak dapat membuahi telur. Hanya sperma yang bentuknya sempurna yang disebut normal. Pria normal memproduksi paling tidak 30% sperma berbentuk normal.

4. Motilitas (pergerakan) sperma

Sperma terdiri dari dua jenis, yaitu yang dapat berenang maju dan yang tidak. Hanya sperma yang dapat berenang maju dengan cepatlah yang dapat mencapai sel telur. Sperma yang tidak bergerak tidak akan dapat membuahi sel telur. Penilaian untuk motilitas sperma adalah sebagai berikut:

  • Kelas A: sperma yang berenang maju dengan cepat dalam garis lurus seperti peluru kendali.
  • Kelas B: sperma yang berenang maju tetapi dalam garis melengkung atau bergelombang, atau dalam garis lurus tetapi lambat.
  • Kelas C: sperma yang menggerakkan ekornya tetapi tidak melaju.
  • Kelas D: sperma yang tidak bergerak sama sekali.

Sperma kelas C dan D adalah sperma yang buruk. Pria yang subur memproduksi paling tidak 50% sperma kelas A dan B. Bila proporsinya kurang dari itu, kemungkinan akan sulit memiliki anak.

Motilitas sperma juga dapat terkendala bila sperma saling berhimpitan (mengalami aglutinasi) secara kelompok sehinga menyulitkan gerakan mereka menuju ke sel telur.

Setelah keempat hal tersebut diperiksa, kesimpulan dari hasil analisis semen yang dapat muncul adalah sebagai berikut:

  • Normozoospermia: Karakteristik normal.
  • Oligozoospermia: Konsentrasi spermatozoa kurang dari 20 juta per ml.
  • Asthenozoospermia: Jumlah sperma yang masih hidup dan bergerak secara aktif, dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi kurang dari 50%.
  • Teratozoospermia: Jumlah sperma dengan morfologi normal kurang dari 30%.
  • Oligoasthenoteratozoospermia: Kelainan campuran dari 3 variabel yang telah disebutkan sebelumnya.
  • Azoospermia: Tidak adanya spermatozoa dalam sperma
  • Aspermia: Sama sekali tidak terjadi ejakulasi sperma.

Dari kesimpulan yang didapat pada pemeriksaan sperma Anda: normozoospermia yang berarti normal. 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan mengenai Hasil Pemeriksaan Sperma. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar